10 Tips Memilih Karier Untuk Gen Z di Tengah Tingginya Angka Pengangguran

Artikel

Muhtar

Tips Karier – Angka pengangguran di kalangan generasi muda Indonesia, terutama Gen Z, mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebanyak 9,9 juta anak muda berusia 15-24 tahun masih menganggur, mencakup 22,25% dari total penduduk usia muda di Indonesia.

Mayoritas pengangguran ini adalah perempuan, dengan jumlah mencapai 5,73 juta orang. Kondisi ini menandakan bahwa Gen Z menghadapi tantangan besar dalam mengakses pekerjaan yang layak dan stabil.

Di tengah situasi ini, berikut adalah beberapa tips karier yang tepat bagi Gen Z untuk mengurangi risiko pengangguran:

Tips Karier

1. Kenali Minat dan Bakat

Memilih karier yang sesuai dengan minat dan bakat adalah langkah awal yang penting. Lakukan self-assessment untuk mengetahui bidang apa yang paling diminati dan di mana bakat Anda bisa dikembangkan. Banyak sumber daya online, seperti tes kepribadian dan minat karier, yang bisa membantu dalam proses ini.

2. Fokus pada Keterampilan yang Dibutuhkan

Di era digital ini, keterampilan teknis dan soft skills sangat dibutuhkan. Meningkatkan keterampilan dalam bidang teknologi, komunikasi, dan manajemen waktu dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja. Pertimbangkan untuk mengikuti kursus online atau pelatihan yang dapat menambah keterampilan tersebut.

3. Pertimbangkan Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mengikuti pelatihan kejuruan bisa membuka peluang kerja yang lebih luas. Data BPS menunjukkan bahwa lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) memiliki angka pengangguran yang tinggi. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mengikuti program sertifikasi profesional yang relevan.

4. Manfaatkan Teknologi dan Jaringan

Menggunakan platform teknologi seperti LinkedIn, JobStreet, dan platform rekrutmen online lainnya bisa membantu menemukan peluang kerja yang sesuai. Juga, manfaatkan jaringan profesional untuk mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan dan tren industri.

5. Fleksibilitas dan Adaptasi

Pasar kerja saat ini membutuhkan individu yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Bersiaplah untuk mempelajari hal baru dan menyesuaikan diri dengan dinamika tempat kerja yang terus berubah.

6. Pertimbangkan Kewirausahaan

Bagi sebagian orang, memulai bisnis sendiri bisa menjadi alternatif yang menarik. Jika memiliki ide bisnis yang potensial, pertimbangkan untuk memulai usaha sendiri. Ada banyak sumber daya dan program yang mendukung kewirausahaan bagi anak muda.

7. Perhatikan Lokasi Pekerjaan

Data BPS menunjukkan bahwa pengangguran di perkotaan dan pedesaan memiliki distribusi yang berbeda. Jika tinggal di perkotaan, persaingan mungkin lebih ketat, tetapi akses ke peluang juga lebih banyak. Sebaliknya, di pedesaan, peluang mungkin terbatas tetapi persaingan bisa lebih rendah. Sesuaikan pencarian pekerjaan dengan kondisi lokal.

8. Cari Informasi tentang Tren Industri

Tetap up-to-date dengan perkembangan industri yang sedang berkembang pesat, seperti teknologi informasi, kesehatan, dan energi terbarukan. Industri-industri ini cenderung menawarkan lebih banyak peluang kerja di masa depan.

9. Kembangkan Portofolio dan Pengalaman

Memiliki portofolio pekerjaan dan pengalaman magang atau kerja part-time dapat memberikan nilai tambah saat mencari pekerjaan. Ini juga menunjukkan kepada calon pemberi kerja bahwa Anda memiliki pengalaman praktis di lapangan.

10. Jaga Motivasi dan Ketekunan

Proses mencari pekerjaan bisa panjang dan melelahkan. Jaga motivasi dan terus berusaha. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional karier atau mentor yang bisa memberikan bimbingan dan saran.

share :