12 Kutipan Bung Karno tentang Perjuangan dan Motivasi

Artikel

Kutipan Bung Karno

Muhtar

Kutipan Bung Karno – Bung Karno, atau Ir. Sukarno, lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Sebagai proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia, ia menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap politik sejak muda.

Saat bersekolah di Hogere Burger School (HBS) Surabaya, Soekarno tinggal di rumah HOS Cokroaminoto bersama Muso, Alimin, Semaoen, dan Kartosuwiryo.

Setelah lulus dari HBS, Soekarno melanjutkan studi di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) jurusan teknik sipil pada tahun 1921.

Meski sempat meninggalkan kuliah, ia kembali mendaftar pada 1922 dan tamat pada tahun 1926. Di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan tokoh-tokoh pergerakan seperti Ki Hajar Dewantara dan Dr. Douwes Dekker.

Pada tahun 1927, Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), yang menegaskan komitmennya terhadap kemerdekaan bangsa.

Aktivitasnya membuatnya sering berhadapan dengan otoritas kolonial dan beberapa kali dipenjara. Namun, semangat juangnya tak pernah surut, ia terus menginspirasi rakyat melalui pidato-pidatonya yang berani.

Selama pendudukan Jepang, Soekarno berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan. Puncaknya terjadi pada 17 Agustus 1945 ketika ia dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, menandai akhir penjajahan dan awal era kemerdekaan.

Sebagai presiden pertama, Bung Karno terus berjuang mempersatukan bangsa dan mengarahkan Indonesia menuju kemandirian dan keadilan sosial.

Kutipan Bung Karno

Berikut adalah 12 kutipan inspiratif Bung Karno yang kami rangkum dari tirto.id:

  1. “Tuhan tidak mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri.”
  2. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”
  3. ”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
  4. “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”
  5. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
  6. “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.”
  7. “Itulah konsep nasionalisme yang didirikan Indonesia. Bukan orang Jawa, bukan orang Sumatera, bukan orang Kalimantan, Sulawesi, Bali atau lainnya, tapi orang Indonesia, yang bersama-sama menjadi fondasi satu kesatuan nasional.”
  8. “Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuat.”
  9. “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya, jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”
  10. “Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.”
  11. “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”
  12. “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.”

share :