5 Pondok Pesantren Tertua di Indonesia, Sejarah dan Pendirinya

Artikel

Muhtar

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Ia menjadi tonggak penting sejarah perkembangan dan pengajaran Islam di Indonesia.

Hingga saat ini, pondok pesantren tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat, utamanya bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu agama.

Ciri khas dari pondok pesantren adalah adanya kiai. Kiai adalah pemimpin sekaligus guru, sedangkan muridnya disebut santri.

Di pondok pesantren ini, para santri diharuskan untuk tinggal bersama di lokasi pondokan.

Merujuk pada data Kementerian Agama menunjukkan, ada 26.975 pondok pesantren di Indonesia per Januari 2022. 

Berikut 5 pondok pesantren tertua di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen berusia 547 tahun

Pondok ini didirikan oleh pesantrenSyekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani dari Hadhramaut, Yaman pada tahun 1475.

Bukti pendirian pesantren terdapat pada prasasti Batu Zamrud Siberia (Emerald Fuchsite) berbobot 9 kg di dalam masjid pondok tersebut.

Pesantren ini sekaligus menjadi bukti penyebaran Islam yang sudah ada sejak zaman Prabu Brawijaya (1447-1451) penguasa Majapahit.

2. Pondok Pesantren Luhur Dondong, Semarang berusia 412 tahun

Pondok pesantren Luhur Dondong ini didirkan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro pada tahun 1609. Kiai Syafi’i merupakan salah satu komandan pasukan Sultan Agung saat menyerbu Batavia.

Layanan perpustakaan digital UIN Walisongo, Semarang, menyatakan pondok pesantren ini sebagai yang tertua di Jawa Tengah. Salah satu santrinya KH. Ihsan bin Mukhtar mendirikan pesantren Al-Ishlah.

3. Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang berusia 319 tahun

Pondok pesantren ini dirintis oleh Kyai Abdul ‘Allam pada tahun 1702. Pondok pesantren ini menjadi yang tertua di Pulau Madura.

Dikutip dari situsnya, pendirian ponpes berawal dari kisah Babat Tanah Prajjan yang dilakukan Kyai Abdul ‘Allam.

Sang kyai yang bernama asli Pang Ratoh Bumi diperintah gurunya untuk berdakwah di timur utara kota Sampang yaitu desa Panyajjeen.

Wilayah itu kini menjadi Desa Prajjan, Kecamatan Camplong. Saat ini, ponpes juga menyediakan layanan pendidikan formal bagi masyarakat.

4. Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon berusia 306 tahun

Pondok pesantren Babakan Ciwaringin didirikan Ki Jatira pada tahun 1705. Ki Jatira merupakan kiai berdarah Mataram.

Nama asli Ki Jatira adalah Syekh Hasanuddin bin Abdul Latif dari Kajen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Ki Jatira memilih wilayah Babakan yang saat itu merupakan padukuhan kecil di Kabupaten Cirebon barat daya.

Kehadiran ponpes diharapkan bisa mengubah kehidupan masyarakat miskin serta menyebarkan Islam.

5. Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo

Pondok Pesantren Tegalsari atau Pesantren Gebang Tinatar terletak di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh Kiai Ageng Muhammad Besari pada tahun 1742.

Beberapa tokoh bangsa yang pernah nyantri di sini adalah Pakubuwana II, Bagus Burhan atau Raden Ngabehi Ronggowarsito, dan H.O.S Cokroaminoto.

Pesantren Tegalsari ini merupakan cikal bakal lahirnya Pondok Modern Darussalam Gontor. (*)

share :