5 Ulama Palestina yang Pengaruhnya Mendunia

Artikel

Ulama Palestina

Muhtar

Ulama – Palestina dikenal tidak hanya karena menjadi tempat kelahiran dan persinggahan para nabi, tetapi juga karena melahirkan ulama-ulama besar.

Wilayah yang kini kita kenal sebagai Palestina memiliki sejarah panjang yang mencakup berbagai nama dan peradaban.

Mulai dari zaman Nabi Ibrahim AS yang disebut sebagai Syam, hingga era dinasti Umayyah  di mana wilayah ini dikenal dengan nama Damaskus. Oleh karena itu, Palestina telah menjadi pusat penting dalam sejarah peradaban Islam.

Peran ulama-ulama Palestina tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga menulis banyak karya yang sampai saat ini masih menjadi referensi utama dalam berbagai disiplin ilmu Islam, seperti fikih, hadits, tafsir, dan ushuluddin.

Selain itu, para ulama Palestina juga terkenal dengan integritas moral yang tinggi dan ketaatan dalam beribadah.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Palestina adalah tanah yang melahirkan para pemikir dan cendekiawan yang membawa perubahan besar dalam dunia Islam.

Berikut ini adalah lima ulama besar yang berasal dari Palestina yang karya-karyanya masih dipelajari dan dijadikan rujukan hingga saat ini yang kami lansir dari NU Online:

1. Imam Syafi’i

Imam asy-Syafi’i atau Muhammad bin al-Mathlabi al-Hasyimi al-Qurasyi adalah salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam. Ia lahir di Ghaza, Palestina, pada tahun 150 H.

Dalam bukunya, Manaqib asy-Syafi’i jilid I halaman 73, Al-Baihaqi mencatat pernyataan Imam Syafi’i tentang asal-usulnya dari Ghaza. Beliau berkata:

“Aku lahir di Gaza tahun 150 H, dan aku dibawa ke Makkah sedang umurku saat itu adalah dua tahun.”

Imam Syafi’i adalah pendiri Mazhab Syafi’i, salah satu dari empat mazhab besar dalam fiqih Islam. Karya-karyanya seperti Al-Umm dan Ar-Risalah menjadi dasar penting dalam hukum Islam dan terus menjadi rujukan hingga kini.

2. Ibnu Qudamah

‘Abdullah bin Ahmad bin Qudamah bin Miqdam al-Maqdisi, lebih dikenal sebagai Ibnu Qudamah, adalah seorang ulama besar dalam Mazhab Hanbali. Ia lahir pada tahun 541 H di Jama’in, sebuah desa di Nablus, Palestina.

Karyanya yang paling terkenal, Al-Mughni, menjadi pedoman penting dalam Mazhab Hanbali. Ibnu Qudamah adalah figur sentral dalam pengembangan dan penyebaran ajaran Mazhab Hanbali dan dihormati sebagai salah satu ulama terkemuka dalam sejarah Islam.

3. Ibnu Ruslan

Ibnu Ruslan atau Ahmad bin Husain bin ‘Ali bin Arsalan al-Maqdisi adalah ulama besar Mazhab Syafi’i. Ia lahir di Ramallah, Palestina, pada tahun 777 H. Setelah tinggal di Ramallah, ia pindah ke Al-Quds dan dimakamkan di sana.

Karya-karyanya termasuk Syarh Sunan Abi Dawud, Shafwah Zubad fi Matan Zubad, dan berbagai syarah terhadap kitab hadits lainnya. Ibnu Ruslan dikenal karena doa-doanya yang dikabulkan, ketekunannya dalam beribadah, dan kebersihan hati serta ucapannya.

4. Ibnul Muflih

Ibnu Muflih atau Abu Ishaq Burhanuddin Ibrahim bin Muhammad bin ‘Abdillah bin Muhammad bin Muflih adalah seorang ahli fikih Mazhab Hanbali. Ia lahir di Ramin, sebuah desa di timur laut Tepi Barat Palestina, pada tahun 816 H dan wafat pada 884 H. Beliau pernah menjadi hakim di Damaskus beberapa kali.

Karya-karyanya termasuk Syarhul Muqni fi Fiqhil Hanbali, Mirqatul Wushul ila ‘Ilmil Ushul, dan al-Maqshad al-Arsyad fi Tarjamah Ashahb al-Imam Ahmad. Ibnul Muflih dikenal atas sumbangsihnya yang besar dalam bidang fikih dan hukum Islam.

5. Ibnu Washif al-Ghazzi

Muhammad bin al-‘Abbas bin Washif al-Ghazzi, juga dikenal sebagai asy-Syaikh al-Musnid al-Kabir, adalah ulama ahli hadits dan fikih dalam Mazhab Maliki.

Ia belajar dari guru-guru besar seperti al-Hasan bin al-Faraj al-Ghazi dan Muhammad bin al-Hasan bin Qatibah al-‘Asqalani. Di antara murid-muridnya adalah Abu Sa’d al-Malini dan Muhammad bin Ja’far al-Mayamasi.

Ibnu Washif al-Ghazzi wafat pada tahun 372 H pada usia lanjut. Ia dikenal sebagai ulama yang sangat berpengaruh dalam ilmu hadits dan fikih dalam Mazhab Maliki.

share :