76 Tahun HMI Berkhidmat dalam Pergerakan Kemahasiswaan

Artikel

admin

Hari ini, Minggu, 5 Februari 2023 HMI genap berusia 76 tahun. Usia yang cukup senja dan matang bagi sebuah organisasi pergerakan mahasiswa. Usia yang terpaut tidak jauh dari kemerdekaan Indonesia, HMI lahir dua tahun selang proklamasi dikumandangkan.

Sejak kelahirannya, HMI telah melewati banyak fase dan berkelindan dengan percaturan politik dalam berbangsa dan bernegara. Hingga hari ini, HMI masih menjadi organisasi yang turut andil menentukan kemajuan dan perkembangan Indonesia. Tidak hanya para mahasiswa yang berproses di HMI, para alumni HMI atau yang telah lulus perkaderanpun mewarnai berbagai lini dan profesi, khususnya di perpolitikan.

Ada sebuah pepata di kalangan HMI “Jika mahasiswa (HMI) melempar batu ke “Senayan”, maka 2/3 yang kena lempar adalah alumni HMI itu sendiri”.

Ini menunjukkan bagaimana kader HMI mengisi pos pos penting, terutama di Lembaga Legislatif di berbagai tingkatan, juga Eksekutif pemerintahan dan birokrasi, pengusaha, dan jangan tanya jumlah akademisinya. Sebenarnya apa yang didapat Ketika menjadi kader HMI?

Untuk menjadi kader HMI, mahasiswa harus melalui berbagai tahap dan proses yang tidak sederhana. Kalangan HMI menyebutnya sebagai kawah candradimuka. Proses penggemblengan untuk menempah pribadi yang berkarakter kuat, terlatih, dan tangkas.

Proses perkaderan ini memiliki tujuan yang menjadi ortodoksi di HMI, yang berbunyi “Terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di Ridhoi Allah SWT”, serta berkomitmen dalam keislaman dan keindonesiaan.

Tujuan ber-HMI ini terus dikuatkan pemahamannya, sehingga ketika telah selesai dalam proses perkaderan selama mahasiswa, para aktivis ini dapat mewujudkannya di medan perjuangan masing – masing dan otomatis menjadi bagian dari dikader-pengkader-kader yang tidak pernah putus dalam prosesnya.

Proses perkaderan ini terus berlangsung dan melewati berbagai tantangan pada zamannya. Pada awal kemerdekaan, HMI ikut mengangkat senjata, terlibat aktif dalam proses transisi dari orde lama ke orde baru, dan pada era orde baru, HMI secara aktif turut berjuang dan melahirkan banyak tokoh bangsa pun dalam reformasi, hingga era digital hari ini.

Menghadapi tantangan era digital, komitmen keislaman dan keindonesiaan terus diwarisi generasi ke generasi, tujuan dan komitmen pun terus dipertajam. Pada usia yang cukup matang, pergerakan HMI melalui KAHMI telah melahirkan perguruan tinggi, kawah candradimuka perkaderan generasi masa depan.

Dirgahayu 76 Tahun HMI,
Terus berkhidmat dalam pergerakan,

YAKUSA

share :