Arief Rosyid: Peran Pemuda Signifikan di Setiap Lintasan Sejarah

Berita

Muhtar

Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Rosyid mengatakan pemuda memiliki peran yang signifikan dalam setiap lintasan sejarah.

Ia menyebut sejarah pergerakan bangsa Indonesia, mulai dari 1908, 1928, 1945, 1966, hingga 1998, tidak lepas dari peran pemuda.

“Pada tahun 1945, kita tidak bisa membayangkan kalau anak-anak muda waktu itu, Sukarni dan kawan-kawan, tidak mengambil inisiatif meyakinkan Bung Karno dan Bung Hatta, ceritanya kan Bung Karno dan Bung Hatta diculik di Rengasdengklok untuk menyegerakan proklamasi,” kata Arief Rosyid dalam acara Coffee Talk yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) melalui live di Instagram pada Rabu (16/02/2022).

“Oleh karena itu, dalam konteks ini, saya ingin mengatakan peran pemuda sangat signifikan dalam setiap lintasan sejarah,” lanjutnya.

Karena begitu pentingnya peran pemuda, Arief Rosyid menekankan pentingnya mempersiapkan generasi pemuda yang berkualitas. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti organisasi.

“Saya menganggap berorganisasi itu menjadi sebuah kewajiban. Dia bukan pilihan. Dia harus menjadi kewajiban. Karena dengan berorganisasi kita akan memahami bahwa untuk sampai tujuan yang lebih besar harus kita kerjakan secara bersama-sama,” kata Arief.

Selanjutnya, Mantan Ketua Umum PB HMI itu memaparkan potensi besar dari ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Ia menjelaskan potensi tersebut tidak hanya berdampak baik untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia.

Oleh karena itu, ia meminta para pemuda di Indonesia untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah.

“Harus kita akui bahwa Indonesia ini negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. kita punya 87 persen umat muslim di Indonesia dan 12,5 persen penduduk muslim dunia itu ada di Indonesia. Jadi apapun yang kita lakukan di Indonesia akan sangat berarti buat dunia,” kata Arief.

Arief, yang juga Ketua Departemen Ekonomi Masjid PP Dewan Masjid Indonesia itu tak lupa mengajak pemuda untuk menghidupkan masjid.

Ia mengungkapkan dua hal mengenai potensi masjid. Yang pertama adalah masjid merupakan fasilitas publik terbesar di Indonesia. Kedua, masjid kebanyak dibangun dari swadaya masyarakat.

“Kalau dua kekuatan ini sudah kawin, jadi kalau pemuda dan masjid ini sudah kawin, saya akan sangat dahsyat dampaknya. Kenapa?  Karena jumlahnya besar. Jadi kalau dua potensi kekuatan yang besar saling bertautan, dia akan menjadi kekuatan yang besar,” jelas Arief Rosyid. (*)

share :