Arif Satria Ajak Mahasiswa UICI Menjadi Pembelajar

Berita

Muhtar

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prof. Dr. Arif Satria mengajak kepada para mahasiswa baru Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) untuk menjadi pembelajar.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil sebuah penelitian, relevansi skill seseorang dengan pekerjaan yang digeluti akan berkurang 30 persen setiap 5 tahun.

“Oleh karena itu menjadi pembelajar menjadi faktor yang sangat penting untuk reskilling. Reskilling itu terus memperkuat skill kita agar skill kita terus relevan dengan zaman,” kata Arif saat menjadi narasumber dalam acara Digital Campus Orientation atau Digication pada Kamis (21/09/2023).

Arif menjelaskan di Indonesia, skill yang sedang tumbuh saat ini adalah social media marketing. Hal ini berbeda dengan beberapa negara maju di Asia.

Di Taiwan dan Singapura, skill yang tumbuh di sana adalah blockchain. Di Jepang dan Korea Selatan adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Sedangkan di India, skill yang sedang tumbuh di bidang robotik.

Menurut Arif yang juga Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Indonesia harus meningkatkan skill untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga itu.

“Ini kita bicara tentang rising skill. Oleh karena kita harus shifting dari hanya sekedar social media marketing kepada skill-skill yang lebih baru baru, seperti AI, robotik, dan blockchain,” jelas Arif.

Arif mengingatkan bahwa ke depan perubahan akan terjadi dengan cepat. Oleh karena itu, para mahasiswa baru harus memiliki tiga hal penting. Ia mengungkapkan yang pertama memiliki mentalitas pembelajar.

Dijelaskannya, kalau mahasiswa tidak memiliki mentalitas pembelajar, maka ia akan ditinggal zaman.

Mentalitas pembelajar itu, kata Arif, sesuai dengan apa yang pernah dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah”.

Yang kedua, lanjut Arif, memiliki mindset yang baik, growth mindset atau mindset yang tumbuh.

“Mindset yang tumbuh itulah yang membuat dirinya bisa berubah. Mindset yang tumbuh ini bisa membuat nasib itu berubah,” tegas Arif.

Hal ketiga yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah fokus pada future practise, bukan pada best practise. Kalau seseorang itu fokus pada best practise, ia akan menjadi follower.

“Hilangkan pola pikir best practice dan mulailah dengan pola pikir future practice,” tutup Arief.

share :