Atdikbud KBRI Seoul 2021-2024: Kehadiran UICI Jawab Tantangan Pendidikan dan Teknologi Digital

Berita

Muhtar

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan, periode 2021-2024 Gogot Suharwoto mengatakan bahwa kehadiran Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menjawab dua masalah dalam pendidikan.

“Yang pertama adalah memberikan fasilitas pendidikan tinggi bagi orang Indonesia yang memiliki keterbatasan secara ekonomi maupun akses ke lembaga Pendidikan tinggi,” kata Gogot saat berkunjung ke Gedung Rektorat UICI pada Rabu (12/06/2024).

Yang kedua, kata Gogot, UICI mampu menjawab pertanyaan terkait dengan bagaimana pendidikan bisa diakselerasi dengan memanfaatkan teknologi digital di semua bidang .

Gogot berharap UICI memperbesar jangkauan untuk menjawab tantangan dari bonus demografi. Hal itu akan memudahkan masyarakat menjangkau pendidikan tinggi di Indonesia.

“Paling tidak 85 persen penduduk Indonesia bisa kuliah dalam waktu yang sangat cepat,” kata Gogot.

Lebih lanjut, Gogot menyampaikan bahwa UICI memiliki tiga kelebihan. Yang pertama adalah mahasiswa UICI telah dikenalkan pada state of the art of technology.

“Teknologi terkini ada di OICI baik itu AI, Metaverse, Internet of Things maupun big data semua ada di UICI,” tutur Gogot.

Kemudian yang kedua, lanjut Gogot dengan sistem yang ada di UICI, mahasiswa akan memiliki skill problem solving, kreatifitas, dan inovasi.

“Itu adalah skill yang continuously selalu melekat, tidak akan hilang, melekat oleh waktu di manapun mereka akan bekerja, mereka akan melanjutkan pendidikan, skill kreativitas dan inovasi itu akan selalu diperlukan,” tambahnya.

Kelebihan ketiga menurut Gogot adalah UICI mampu memberikan jawaban terhadap tantangan-tantangan dunia kedepan.

“Gak usah takut mau lima tahun mau sepuluh tahun kedepan, UICI telah menyiapkan skill-skill yang dibutuhkan,” tutupnya. (*)

share :