Buku Doa 3 Bahasa yang Disusun oleh WNI di Jepang

Artikel

Kanyaka Anindita

foto: freepik.com

Agama Islam di dunia semakin berkembang. Warga muslim yang mulanya tidak banyak di negara-negara lain, lambat laun mulai bertambah. Hal ini dapat terjadi berkat orang-orang yang merantau ke negara minoritas muslim dan memperkenalkan agama di sana.

Salah satunya adalah Jepang. Sebagai negara dengan mayoritas beragama Shinto, muslim bukan agama yang banyak dianut orang Jepang. Namun, banyaknya diaspora dari negara lain yang beragama Islam, menjadikan Islam mulai dilirik.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang, Seriyawati membuat buku “Doa-doa dalam Al-Quran” dalam tiga bahasa untuk murid-muridnya belajar melafalkan doa. Buku tersebut ia tulis dengan bahasa Jepang, Indonesia, dan Inggris.

Dilansir dari Republika, Seriyawati membuat buku doa tersebut dalam beberapa bahasa karena murid-muridnya merupaka orang Jepang yang tidak begitu familiar dengan alfabet. Selain itu, ia juga nemiliki murid dari berbagai negara yang tidak bisa berbahasa Jepang atau Indonesia.

Ia menyunting sendiri penulisan doa dalam huruf Jepang, Katakana yang dituliskan rekannya, agar pelafalanya bisa mendekati bahasa Arab.

Awalnya ia menyetak buku doa pertamanya berjudul Mainichi no Doa (doa sehari-hari) untuk dibagikan gratis dengan jumlah 50 halaman, namun buku doa yang selanjutnya berhasil dicetak sebanyak 800 eksemplar. Buku tersebut berisi 80 doa dengan 98 halaman dan dapat dibeli seikhlasnya. Hasil penjualan buku tersebjt nantinya akan menjadi modal untuk bukunya yang ketiga.

Harapan Seryawati dalam memproduksi buku doa adalah supaya murid-muridnya dapat menghafal doa dengan mudah dan sebagai amal jariyah.

Menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi sesama merupakan salah satu bentuk dari amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya akan terus mengalir meski sudah meninggal dunia. Seperti yang dihaditskan Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah ra dalam hadits riwayat Imam Muslim:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh yang berdoa baginya.”

share :

Newsletter

Signup our newsletter to get update information, news or insight for free.