Daftar 5 Novel Terbaik Sepanjang Masa

Artikel

Muhtar

Membaca novel bukan hanya sekedar hiburan. Ia adalah jendela untuk memahami kehidupan, budaya, dan nilai-nilai di berbagai belahan dunia.

Dengan membaca, kita akan terbang ke dunia yang berbeda, memungkinkan kita merasakan emosi yang kompleks, dan memberi kita wawasan tentang kondisi manusia.

Melalui karakter yang beragam dan alur cerita yang mendalam, novel mengajarkan kita tentang cinta, penderitaan, kebahagiaan, dan perjuangan.

Inilah sebabnya mengapa beberapa novel diakui sebagai karya terbaik sepanjang masa, karena mereka tidak hanya menawarkan cerita yang menarik tetapi juga pelajaran yang berharga tentang kehidupan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lima novel yang telah diakui sebagai karya terbaik sepanjang masa. Novel-novel ini tidak hanya dikenal luas tetapi juga meninggalkan jejak mendalam di hati para pembacanya.

Detik.com menuliskan 8 novel terbaik sepanjang massa yang dikutip dari Britannica, dan kami mengambil 5 diantaranya. Berikut daftarnya:

1. Anna Karenina

Anna Karenina adalah sebuah karya monumental dari sastrawan Rusia, Leo Tolstoy. Diterbitkan secara keseluruhan pada tahun 1878, novel ini mengeksplorasi topik-topik seperti pernikahan, perjudian, dan feodalisme di Rusia. Majalah Time bahkan menobatkannya sebagai novel terbaik sepanjang masa.

Novel ini mengisahkan dua karakter utama: Anna, seorang ibu rumah tangga yang kabur dengan kekasihnya yang lebih muda, dan Konstantin Levin, seorang pemilik tanah yang mengalami cinta dan kebingungan hidup.

Tolstoy dengan brilian menggabungkan tema cinta, rasa sakit, dan keluarga dalam konteks masyarakat Rusia. Karya ini dianggap revolusioner karena cara perlakuan terhadap wanita dan penggambaran kesulitan mereka pada saat itu.

2. To Kill a Mockingbird

Ditulis oleh Harper Lee, To Kill a Mockingbird diterbitkan pada tahun 1960 dan segera menjadi karya sastra klasik. Novel ini mengkaji rasisme di Amerika Selatan melalui sudut pandang seorang gadis bernama Jean Louise (Scout) Finch. Pada tahun 1961, To Kill a Mockingbird memenangkan Hadiah Pulitzer untuk fiksi dan diadaptasi menjadi film pemenang Academy Award pada tahun 1962.

Karya Harper Lee ini dianggap sangat berpengaruh karena penggambaran mendalam mengenai ketidakadilan rasial dan moralitas manusia. Karakter-karakternya yang kuat dan alur cerita yang menyentuh hati membuat novel ini menjadi salah satu yang terbaik sepanjang masa.

3. The Great Gatsby

The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald mengisahkan cerita melalui sudut pandang Nick Carraway, seorang pemuda yang baru pindah ke New York dan berteman dengan Jay Gatsby, seorang pria kaya dengan asal usul misterius. Novel ini memberikan pandangan mendalam tentang era Jazz tahun 1920-an di Amerika Serikat dan secara bersamaan mengkritik gagasan American Dream.

American Dream adalah konsep bahwa Amerika adalah tanah yang menjanjikan banyak peluang, di mana siapa saja yang bekerja keras dapat mencapai kehidupan dan status sosial yang lebih baik. Namun, Fitzgerald dengan cermat menyoroti bagaimana kapitalisme dan konsumsi tinggi dapat merusak nilai-nilai tersebut.

4. One Hundred Years of Solitude

Ditulis oleh Gabriel Garcia Marquez, One Hundred Years of Solitude diterbitkan pada tahun 1967. Novel ini mengisahkan tujuh generasi keluarga Buendia, pendirian kota fiksi Macondo, serta kehancurannya bersama dengan keturunan terakhir mereka. Marquez menerima Hadiah Nobel untuk sastra pada tahun 1982, dengan One Hundred Years of Solitude dianggap sebagai karyanya yang paling berjaya.

Novel ini sering dipuji karena kemampuannya menggambarkan sejarah Amerika Latin dan kerusakan sistem yang akhirnya menghancurkan kota. Gaya penulisan Marquez yang magis dan realistis membuat karya ini menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam dunia sastra.

5. Don Quixote

Ditulis oleh Miguel de Cervantes, Don Quixote diterbitkan secara lengkap pada tahun 1615 dan dianggap sebagai salah satu karya sastra terbaik sepanjang masa. Novel ini menceritakan kisah seorang pria yang menjadi gila karena terlalu banyak membaca kisah romansa ksatria. Ia memutuskan untuk menjadi seorang ksatria pengembara dengan nama Don Quixote.

Karakter Don Quixote telah mempengaruhi banyak karya seni, musik, dan sastra sejak novel ini diterbitkan. Kisahnya yang penuh petualangan, komedi, dan tragedi membuat novel ini tetap relevan hingga saat ini. Di akhir cerita, Don Quixote diceritakan jatuh sakit dan meninggal dunia, menyisakan pesan mendalam tentang mimpi dan kenyataan.

share :