Direktur Eksekutif INDEF: Perkembangan AI Lebih Dahsyat dari Bom Nuklir

Berita

Muhtar

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini lebih dahsyat dari bom nuklir.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke gedung Rektorat Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) di Jalan H.R Rasuna Said, Karet Kuningan, pada Jumat (31/03/2023).

Dalam kunjungan itu, ia menyampaikan UICI merupakan perguruan tinggi dengan prospek yang luar biasa. Keberadaan UICI ini relevan dengan situasi di mana digitalisasi berkembang dengan pesat.

“UICI ini prospeknya luar biasa ke depan. Mengingat di tengah situasi digitalisasi, banyak hal tantangan yang saat ini berkembang, terutama tantangan yang utama adalah begitu besarnya kebutuhan talent-talent di bidang digitalisasi di tengah perkembangan teknologi,” kata Tauhid.

“Kemarin kita bangga dengan 4G, sekarang sudah 5G, negara tetangga kita sudah 6G. Dengan ini tentu saja menjadi challenge bagi talent-talent yang ada di kita, termasuk perkembangan AI (artificial intelligence) yang menurut kami juga lebih dahsyat dibandingkan dengan bom nuklir,” lanjutnya.

Tauhid pun berharap UICI mampu menjadi perguruan tinggi yang siap menghadapi perubahan yang signifikan ini. UICI mampu menyediakan, memfasilitasi, serta mendukung tumbuh kembang mahasiswa sehingga menjadi sarjana yang dibutuhkan republik ini.

Ia juga berharap mahasiswa UICI terus berinovasi dan berkarya di mana pun berada. Berbuat sesuatu yang tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain.

“Mulailah dari hal kecil, mulai dari tanggung jawab yang dipikul sebagai mahasiswa-mahasiswi namun tetaplah kreatif di manapun berada, pada lingkungan kampus, lingkungan mahasiswa, lingkungan kemasyarakatan, maupun juga dalam dinamika belajar-mengajar,” kata Tauhid.

share :