Diskusi Buku Bulog dan Politik Perberasan,Wakil Rektor II UICI Dorong Pendekatan Digital 

Berita

Muhtar

Wakil Rektor II Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Lely Pelitasari Soebekty  mendorong agar BULOG melakukan inovasi melalui pendekatan teknologi digital. 

Hal tersebut disampaikan Lely dalam acara peluncuran dan diskusi buku “Bulog dan Politik Perberasan” karya Khudori yang digelar secara virtual oleh Yayasan Pustaka Obor pada Rabu (22/06/2022).

Selain Lely, hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber adalah Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Unila Prof. Dr. Bustanul Arifin, dan Wakil Kepala Bulog 1999-2000 Sapuan Gafar.

Dalam kesempatan tersebut, Lely mengungkapkan bahwa hal-hal positif pada Bulog seharunya menjadi kekuatan dari Bulog. Dari buku karya Khudori itu, Lely mengungkap tiga sisi positif pada BULOG, yakni tentang jaringan pergudangan, jumlah penggilingan yang menjadi mitra, dan RPK yang dimiliki BULOG.

Kekuatan tersebut, kata Lely, harus dikelola dengan pendekatan digital. Digital dalam hal ini bukanlah digital dalam arti instrumen atau alat, tetapi sebagai sebuah peradaban dan kebudayaan.

“Dengan transformasi digital -dalam konteks bukan hanya instrumen atau perangkat yang digunakan, namun transformasi culture dan mindset yang mengarah pada peradaban baru, maka kekuatan itu akan lebih dahsyat” kata Lely.

Mengenai buku yang ditulis oleh Khudori, Lely mengatakan buku tersebut sangat menarik dan enak dibaca. Oleh karena itu, Lely mengapresiasi terbitnya buku tersebut.

“Selain apresiasi, saya kira dari sekian banyak buku tentang beras maupun tentang Bulog yang sudah disusun, memang banyak buku bagus tetapi tidak banyak yang enak untuk dibaca. Mungkin juga karena background mas Khudori sebagai penulis, saya menilai buku ini enak dibaca dan perlu, sangat perlu,” ungkap Lely.

Lely menyarankan agar buku tersebut ditambah dengan data-data terkait manajerial Bulog. Menurut Lely, gerak dari Bulog sangat dipengaruhi oleh karakter kepemimpinan di lembaga tersebut.

“Yang perlu dilengkapi nanti soal manajerial, manajemen. Menurut saya ini bukan bicara orang, tetapi bicara karakter kepemimpinan dari masa ke masa,” ujar Lely.

Menurut Lely, dengan mengangkat hal tersebut, buku karya Khudori ini akan lebih menarik. Buku tersebut tidak hanya memotret sisi politik perberasannya, tetapi juga pada sisi kelembagaan.

“Menurut saya itu menjadi menarik dan penting untuk dilihat. Apalagi tadi disampaikan bahwa ini penting bagi pengambil keputusan. Pengambil keputusan hari ini bukan hanya yang berkaitan dengan fungsi-fungsi dan peran-peran strategis institusinya, tetapi juga keputusan yang berkaitan dengan personalianya,” tambah Lely. (*)

share :