Elektronifikasi Sistem Pembayaran, Saat Uang Tunai Mulai Punah

Artikel

Kanyaka Anindita

foto: freepik.com

Pembayaran dengan menggunakan uang elektronik menjadi gaya hidup yang semakin menjamur. Hanya dengan ponsel saja, masyarakat dengan mudah melakukan pembayaran. Hal ini menyebabkan cara pembayaran dengan uang tunai tergeser. Peralihan pembayaran dari tunai ke nontunai seperti dengan barcode disebut dengan elektronifikasi.

Elektronifikasi transaksi keuangan menurut Bank Indonesia merupakan perubahan cara pembayaran yang semula menggunakan tunai menjadi nontunai. Hal ini bertujuan untuk melaksanakan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar yang kemudian mendorong sistem keuangan nasional agar efektif dan efisien.

Elektronifikasi transaksi keuangan juga bertujuan untuk mengurangi human error pada penghitungan uang dan mewujudkan ekosistem cashless society dengan memanfaatkan digitalisasi.

Di Indonesia, transaksi pembayaran cashless sudah banyak dilakukan. Namun, dilansir dari kompas.com, ramai beredar informasi di media sosial tentang seluruh kartu ATM yang akan ditarik oleh bank untuk mengurangi transaksi tunai dan menggantinya dengan digital.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono lalu menanggapi bahwa hal tersebut tidak benar. Pasalnya, jika kebutuhan uang kertas masih ada, servis rersebut tidak akan serta merta dihilangkan.

Meski begitu, elektronifikasi dalam pembayaran rupanya telah <span;>diterapkan di banyak negara, bahkan menjadi sistem pembayaran yang mayoritas digunakan. Beberapa negara yang paling jarang menggunakan uang tunai, dikutip dari IDX Channel, diantaranya adalah

1. Swedia. Sejak 2016 pengguna uang tunai hanya 1% dan terus menurun di 2020.

2. Korea Selatan. Menggunakan kartu isi ulang T-Money dan memberikan keuntungan bagi masyarakat yang menggunakan transaksi non tunai.

3. China. Pembayaran non tunai dengan Alipay dan WeChat Pay.

4. Denmark. Hampir sepertiga warga Denmark menggunakan ponsel sebagai alat pembayaran. Toko-toko berhak menolam pembayaran tunai.

5. Inggris. Di tahun 2016 pengguna transaksi non tunai lebih banyak dari tunai. Tahun-tahun berikutnya mesin ATM semakin berkurang.

share :