Empat Jenis Skala Pengukuran dalam Statistika dan Contoh Penerapannya

Artikel-Jurnal & Riset

admin

Skala pengukuran merupakan konsep penting dalam penelitian dan statistik. Ia digunakan untuk mengukur variabel dalam sebuah penelitian. Menurut Prof. Asep Saefudin dan Lukmanul Hakim (2022) dalam statistik, skala pengukuran merupakan penentu dalam memilih metode atau rumus yang akan digunakan. Berbeda skala pengukuran maka akan berbeda rumus serta teknik-teknik yang akan digunakan.

Oleh sebab itu, hal inilah yang mendasari mengapa skala pengukuran menjadi sangat penting. Sebelum menganalisis data, seorang ahli di bidang statistik data scientist tentu harus memahami skala yang terdapat pada data tersebut sehingga mudah dalam memilih metode yang akan digunakan.

Dalam penelitian (termasuk dalam penelitian sosial) ada empat jenis skala pengukuran yang sering digunakan, antara lain:

1. Skala Nominal
Skala ini termasuk dalam pengukuran kualitatif dan merupakan yang paling sederhana diantara ketiga jenis lainnya.

Dalam skala nominal, kita tidak melakukan perhitungan berdasarkan angka karena ini sama sekali tidak memiliki signifikansi kuantitatif.

Pengumpulan skala nominal sering dilakukan dengan:
– Mengajukan pertanyaan terbuka.
– Mengajukan pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda yang nanti akan diberi label.

Contoh skala pengukuran nominal adalah jenis kelamin, lokasi geografis, warna rambut, dan sejenisnya.

Dengan data ini kita tidak bisa menentukan mana yang bisa diletakan di urutan tertentu dan mana yang lebih baik, sebab tidak ada perhitungan yang bisa diterapkan pada data.

2. Skala Ordinal
Skala ini juga termasuk ke dalam skala pengukuran kualitatif. Ia menggunakan urutan tertentu guna memberi peringkat, dan efektif untuk data yang memerlukan urutan ketika melakukan evaluasi.

Skala ordinal mengukur data yang bersifat non-numerik dan nilai intervalnya tidak diketahui.  Seperti kita tidak tahu berapa jarak pasti antara survei pengalaman pelanggan yang “sangat menyenangkan” dengan “agak menyenangkan”.

Contoh skala pengukuran ordinal adalah mengukur tingkat kepuasan, misalnya perusahaan menyebarkan survei kepuasan dengan pilihan “tidak puas, cukup puas, netral, puas, sangat puas”. “Setuju”, “tidak setuju”, dan sejenisnya.

3. Skala Interval
Skala interval adalah pengukuran dengan skala numerik di mana nilai-nilai yang berdekatan memiliki jarak yang sama dan diukur sepanjang skala (contohnya, jarak antara 40 cm dengan 50 cm sama seperti jarak antara 60 cm dengan 70 cm). Data ini pasti berbentuk angka dan merupakan salah satu skala pengukuran kuantitatif.

Dalam skala interval, nilai 0 bersifat arbitrer, artinya suatu variabel tetap bisa diukur meskipun memiliki nilai negatif. Interval data juga bisa ditambah atau dikurangi, namun tidak dapat dibagi atau dikali.

Contoh skala interval adalah pengukuran suhu menggunakan derajat celcius (16 derajat celcius lebih dingin dibanding 20 derajat celcius).

4. Skala Rasio
Rasio adalah skala pengukuran kuantitatif yang memudahkan kita untuk mencari perbedaan antar variabel dan memberi urutan data. Skala pengukuran ini memungkinkan untuk melakukan semua jenis perhitungan dan dan menarik kesimpulan pasti.
Perbedaannya dengan interval adalah rasio tidak memiliki nilai negatif.

Contoh skala pengukuran rasio adalah data ukuran tinggi badan. Tidak mungkin ada tinggi badan yang memiliki nilai 0 bahkan negatif. Jika nilainya 0, maka data itu dianggap tidak ada.

Dalam penelitian, skala rasio dapat memberikan informasi paling rinci dibanding jenis lainnya. Ini dikarenakan peneliti dapat menghitung tendensi sentral menggunakan teknik statistika, seperti median, mode, dan mean.

Untuk memutuskan kapan harus menggunakan skala rasio, terlebih dahulu kamu harus tahu apakah variabel pada data memiliki semua karakteristik skala interval dan nilai 0 mutlak.

Sumber:

Prof Asep Saefuddin , Lukmanul Hakiem, Introduction to machine learning using R (Konsep Teori dan Praktik)

share :

Newsletter

Signup our newsletter to get update information, news or insight for free.