Gelombang Panas, Perubahan Iklim, dan Peran Insan Cita

Artikel

Muhtar

Dampak perubahan iklim beberapa tahun belakangan ini semakin terasa. Pola hujan berubah-ubah dan gelombang panas menjadi fenomena yang semakin sering terjadi.

Baru-baru ini, Eropa dihantam gelombang panas. Akibat gelombang panas ini, beberapa negara memiliki suhu udara mencapai 40 derajat Celcius.

Akibatnya, ribuan orang meninggal dunia. Inggris, Portugal, dan Spanyol menjadi daerah dengan wilayah paling terdampak. Selain itu, gelombang panas juga menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di wilayah Skandinavia dan Inggris.

Friederike Otto, dosen senior di Grantham Institute for Climate Change Imperial College London mengatakan akibat dari perubahan iklim ini, gelombang panas akan sering terjadi dan akan berlangsung lebih lama.

“Setiap gelombang panas yang kita alami hari ini telah menjadi lebih panas dan lebih sering karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia,” kata Friederike Otto pada Jumat, (22/07/2022), mengutip liputan6.com.

Selain Eropa, gelombang panas juga melanda Amerika Serikat, China, dan India. Di Amerika Serikat, tepatnya di Texas, suhu mencapai rekor 46 derajat. Situs ini meningkat permintaan listrik untuk pendingin ruangan.

Di China, suhu di Kota Shanghai dan puluhan kota lainnya mencapai 40 derajat Celcius. Gelombang panas menyebabkan jalan retak dan genteng meleleh.

Dikutip dari kompas.com, warga Shanghai, Zhu Daren mengungkapkan cuaca panas tahun ini datang lebih awal dari sebelumnya.

“Meskipun baru bulan Juli, saya merasa cuaca hangat sudah mencapai titik puncaknya. Jadi, Anda harus menyalakan AC ketika sampai di rumah dan memakai tabir surya saat keluar,” ungkapnya.

Sementara di Indonesia, dampak nyata dari perubahan iklim bisa kita lihat dari tidak menentunya pola hujan, gelombang panas, dan meningkatnya bencana alam.

Mengatasi Perubahan Iklim

Sebagai Insan Cita, kita tidak boleh diam melihat fenomena perubahan iklim ini. Allah SWT telah memberikan tanggung jawab kepada kita sebagai khalifah yang memiliki peran salah satunya menjaga lingkungan.

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengatasi perubahan iklim.

1. Menanam pohon

Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah menanam pohon. Pohon mempunyai fungsi yang sangat penting dalam upaya meredam kenaikan gas rumah kaca penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. Seperti spons/busa, Pohon menyerap karbondioksida yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan manusia dan makhluk hidup lainnya. Fungsi pohon ini dijalankan dengan sangat masif oleh hutan.

2. Reduce, Reuse, dan Recycle

Hal kedua yang bisa lakukan adalah menerapkan perilaku Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce adalah kegiatan menggunakan produk kemasan, terutama plastik seminimal mungkin.

Langkah ini juga akan membantu mengurangi pemborosan. Reduce juga bisa dilakukan dengan membeli produk yang dapat digunakan kembali alih-alih yang sekali pakai.

Reuse adalah langkah menggunakan kembali benda-benda bekas seperti kantong plastik atau botol plastik. Sementara recycle adalah kegiatan mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi berguna lagi, kita bisa mendaur ulang kertas, plastik, koran, kaleng kaca dan limbah lainnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

3. Mengurangi penggunaan transportasi pribadi

Selanjutnya langkah untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan mengurangi penggunaan transportasi pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Dengan menggunakan transportasi umum, secara tidak langsung kita telah menekan polusi udara dan juga angka kemacetan. Apalagi saat ini sudah banyak transportasi umum yang menggunakan bahan bakar listrik yang lebih ramah terhadap lingkungan.

4. Menghemat penggunaan energi listrik di rumah

Langkah sederhana dari rumah salah satunya adalah menghemat penggunaan listrik. Seperti diketahui sumber utama listrik di Indonesia berasal dari batu bara. Batu bara merupakan bahan bakar terburuk penyebab emisi gas rumah kaca.

share :