Hati-Hati! Perkara di Bawah Ini Bisa Membatalkan Puasa

Artikel

Muhtar

Puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim di bulan Ramadan.

Selama berpuasa, umat muslim diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan intim dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, ada beberapa perkara yang dapat membatalkan puasa yang harus dihindari oleh umat muslim yang dikutip dari laman nu.or.id:

1. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja. Artinya, jangan sampai ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf) seperti mulut, hidung, dan telinga. Namun, apabila hal itu terjadi karena tidak sengaja, maka puasa tetap sah.

2. Berobat dengan cara memasukkan obat atau benda melalui salah satu dari dua jalan, yaitu qubul (lubang bagian depan) atau dubur (lubang bagian belakang).

Contohnya adalah pengobatan bagi orang yang menderita ambeien atau orang yang sakit dengan pengobatan memasang kateter urin, maka dua hal tersebut dapat membatalkan puasa.  

3. Muntah dengan disengaja. Muntah dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Hal ini misalnya seseorang yang dengan sengaja memasukkan jarinya ke tenggorokan hingga mengakibatkan seseorang itu muntah.

Sementara apabila muntah itu terjadi karena tidak disengaja, maka puasa tetap dianggap sah selama tidak ada muntahan yang ditelan. 

4. Melakukan hubungan suami istri di siang hari puasa dengan sengaja. Untuk yang keempat ini tidak hanya membatalkan puasa, tetapi orang yang melakukannya juga dikenai denda (kafarat).

Denda tersebut berupa melakukan puasa (di luar Ramadhan) selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak, maka ia harus memberi makan satu mud (0,6 kg beras atau ¼ liter beras) kepada 60 fakir miskin. 

5. Keluar air mani (sperma) sebab bersentuhan kulit. Hal ini bisa terjadi karena melakukan onani atau bersentuhan kukit dengan lawan jenis tanpa melakukan hubungan seksual. Berbeda jika keluar mani sebab mimpi basah (ihtilam), maka puasanya tetap sah. 

6. Haid atau nifas saat siang hari berpuasa. Wanita yang mengalami haid atau nifas, selain puasanya batal juga diwajibkan untuk mengqadhanya ketika Ramadhan usai nanti.

7. Mengalami gangguan jiwa atau gila (junun) saat sedang berpuasa. Orang yang sedang melaksanakan puasa Ramadhan di siang hari, kemudian gila, maka puasanya batal. Orang tersebut harus meng-qadhanya jika ia sudah sembuh. 

8. Murtad atau keluar dari agama Islam. Artinya, jika orang yang sedang berpuasa melakukan hal-hal yang bisa membuat dirinya murtad seperti menyekutukan Allah swt atau mengingkari hukum-hukum syariat yang telah disepakati ulama (mujma’ ‘alaih).

share :