Hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia dengan Garis Kemiskinan di Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu

Artikel Ilmiah

Muhtar

Penulis: Dea Alvionita Azka1, Dia Cahyawati

Abstract

Pembangunan manusia adalah paradigma pembangunan yang menempatkan manusia sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh kegiatan pembangunan yang bertujuan untuk penguasaan sumber daya guna kehidupan yang lebih layak, peningkatan derajat kesejahteraan dan Pendidikan. Ukuran untuk mengetahui sejauh mana capaian pembangunan manusia disebut dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pembangunan manusia sendiri bukan merupakan proses yang instant, melainkan sebuah proses yang memerlukan waktu atau berkelanjutan, dan untuk menjaga pembangunan manusia yang berkelanjutan tersebut, diperlukan sumber daya (resources) di mana sumber daya tersebut didapatkan dari pertumbuhan ekonomi. Berbicara tentang pertumbuhan ekonomi tentu tidak bisa lepas dari kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Terdapat perubahan garis kemiskinan di beberapa daerah dari tahun 2014, 2015 dan 2016, salah satunya adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Oleh karena ini penelitian ini bermaksud untuk menganalisis, apakah terdapat hubungan antara IPM dan garis kemiskinan suatu daerah, dengan menggunakan regresi linear multilevel dengan 2-level, yaitu kabupaten sebagai level individu (level-1) dan pulau sebagai level grup (level-2). Berdasarkan analisis data diperoleh pola hubungan antara garis kemiskinan dengan indeks pembangunan manusia di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu tahun 2015 membentuk garis lurus dan hubungannya positif. Artinya, semakin tinggi indeks pembangun masyarakat, maka garis kemiskinan akan semakin tinggi juga.

Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Garis Kemiskinan, Regresi Linear Multilevel

Link Publikasi: http://jurnal.fmipa.unmul.ac.id/index.php/Basis/article/download/1112/492

share :