Makna Halalbihalal dan Nilai Positif yang Dikandungnya

Artikel

Muhtar

Halalbihalal menjadi momen istimewa dalam merayakan Hari raya Idulfitri. Pada momen inilah, berkumpul keluarga besar, kerabat, teman, hingga tetangga.

Tradisi ini memberikan kesempatan bagi semua orang untuk bertemu, berbagi cerita, hingga menikmati hidangan lezat bersama.

Istilah Halalbihalal sendiri berasal dari bahasa Arab. Halal diambil dari kata halal atau halala yang mempunyai banyak bentuk dan makna sesuai kalimatnya.

Meski berasal dari bahasa Arab, tradisi Halalbihalal dibuat di Indonesia. Bahkan, kata Halalbihalal sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dalam KBBI, Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.

Nilai-Nilai Halal Bihalal

Tradisi halal bihalal juga mengandung nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan berkomunitas, antara lain:

1. Kebersamaan: Halal bihalal mengajarkan arti pentingnya kebersamaan dan saling menjaga keharmonisan dalam hubungan antar sesama.

2. Memaafkan: Melalui halal bihalal, orang diajarkan untuk memaafkan kesalahan dan menyambut kembali orang yang pernah berselisih dengan tangan terbuka.

3. Tali Silaturahmi: Tradisi ini juga menguatkan tali silaturahmi, yang merupakan nilai luhur dalam budaya Indonesia untuk tetap terhubung dan peduli terhadap sesama.

4. Berkumpul dan Berbagi: Halal bihalal menjadi ajang untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan serta berbagai hal, mulai dari cerita perjalanan selama Ramadan hingga harapan dan rencana di masa mendatang.

share :