Mengenal 5 Ulama Hadis dan Kitabnya

Artikel

Nesa Azra

Dalam agama Islam, hadis memiliki peran penting sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran. 

Para ulama hadis berperan dalam mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menganalisis hadis-hadis yang ada. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lima ulama hadis terkemuka dan karya-karya mereka yang berpengaruh dalam pengembangan ilmu hadis. 

Siapa saja para tokoh cendekiawan muslim tersebut? Berikut ini daftar tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu hadis atau para ulama hadis yang memiliki pengaruh besar hingga kini. 

  1. Imam Bukhari

Ia lahir pada 21 Juli 810 M atau 13 Syawal 194 H di Bukhara, Uzbekistan dengan nama lengkapnya Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang merupakan ulama hadis masyhur.

Keluasan dan kedalaman pengetahuan Imam Bukhari dalam ilmu hadis mendapatkan pengakuan dari mayoritas ulama. Imam Bukhari bahkan mendapatkan julukan Amirul Mukminin fil Hadis (pemimpin orang-orang mukmin dalam ilmu hadis). 

 Salah satu karya Imam Bukhari yang paling terkenal dalam bidang hadis adalah Shahih Al-Bukhari (256 H/871 M).

Ia menghabiskan waktunya untuk menyeleksi hadits shahih selama 16 tahun

Hingga saat ini hampir seluruh ulama di dunia merujuk kepada Imam Bukhari dalam bidang hadis.

  1. Imam Muslim

Ia lahir di Iran pada sekitar 206 Hijriyah atau 820 Masehi dengan nama lengkap Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al- Qusyairi an- Naisaburi.  Sedari kecil, Imam Muslim sudah giat dalam belajar agama dan akhirnya menekuni ilmu hadis.

Salah satu karya yang paling terkenal Imam Muslim dalam bidang hadis adalah Shahih Muslim (235-255 H atau 850-870 M), yang disusun lebih sistematis dari Shahih Bukhari. Imam Muslim wafat pada 875 M atau pada 261 H di kota kelahirannya.

  1. Imam Ibnu Majah

Ia lahir pada tahun 207 Hijriah dengan nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Abdullah bin Majah Al Quzwaini dan meninggal pada hari selasa, delapan hari sebelum berakhirnya bulan Ramadan tahun 275.

Ibnu Majah pernah mengembara untuk berguru ke beberapa ulama besar, seperti Ali bin Muhammad ath-Thanasafi, seorang hafidz, dan Ibrahim bin al-Mundzir al-Hizami, ulama asal Madinah yang sekaligus murid Imam Bukhari. 

Setelah 15 tahun mengembara mencari ilmu, Ibnu Majah kembali ke kampung halamannya. Ibnu Majah kemudian menulis Sunah Ibnu Majah (Tanpa Tahun), kitab yang hingga kini juga menjadi salah satu rujukan utama mayoritas ulama di dunia dalam bidang hadis.

  1. Imam Abu Dawud 

Ia lahir pada tahun 202 H/817 M di Sijistan dengan nama lengkap Sulaiman bin al-Asy’ats bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin Amru bin Amir al-Azdi al-Sijistani.

semasa hidupnya ia pernah melakukan perjalanan ke beberapa tempat seperti Arab Saudi, Irak, Khurasan, Mesir, hingga Suriah untuk mengumpulkan hadis. 

Imam Abu Dawud berhasil mengumpulkan sekitar 50.000 hadis. Dari semua hadis itu, Imam Abu Dawud ke mudian menyeleksi sekitar 4.800 hadis dan menuliskan nya dalam sebuah kitab yang di kenal dengan Sunan Abu Dawud ( Tanpa Tahun).

Beliau adalah seorang imam ahli hadis yang sangat teliti dan merupakan tokoh terkemuka para periwayat hadis. 

  1. Imam at- Tirmidzi

Ia lahir pada bulan Zulhijjah tahun 209 Hijrah dengan nama lengkapnya Muhammad bin Isa bin Saurah bin Adh-Dhahak As-Salami Al-Bughi. Ia sering dipanggil Abu Isa.Nama besarnya mengacu kepada tempat ke lahirannya, yaitu Turmudz, sebuah kota kecil di bagian utara Iran.

Semenjak kecil, At-Tirmidzi sudah gemar mem pelajari berbagai disiplin ilmu keislaman, termasuk ilmu hadis.

Ia mulai mempelajari ilmu hadis ketika berumur 20 tahun di sejumlah kota-kota besar di wilayah kekuasaan Islam saat itu, yang di antaranya adalah Kota Khurasan, Bashrah, Kufah, Wasith, Baghdad, Makkah, Madinah, Ray, Mesir, dan juga kota Syam.

Ibnu Hajar Al-Hafidz dalam kitab Tahzib at-Tahzib (1907), menjelaskan bahwa Imam At-Tirmidzi memiliki kecepatan dan kekuatan dalam hafalan.

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2019) karya Tatik Pudjiani dan bagus Mustakim, pada 824-892, Imam at-Tirmidzi menuyusun kitab Jami at-Tirmidzi yang kelak dikenal Sunan at-Tirmidzi.

 

share :