Mengenal AI dan Jenis-jenisnya, Ini Penjelasan Kaprodi Informatika UICI

Berita

AI

Muhtar

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi perbincangan menarik beberapa waktu belakangan ini. Kelebihan dan kekurangan AI pun ramai dibahas di berbagai platform media.

Pada bulan Oktober 2022, OpenAI merilis ChatGPT. Kemunculan chatbot ini menggemparkan banyak pihak karena bisa menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh manusia.

Selain ChatGPT, tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di perusahaan-perusahaan besar dunia akibat penggunaan AI, turut mendongkrak perbincangan AI di berbagai media.

Kepala Program Studi Informatika Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Dadan Sukma menjelaskan AI yang ramai diperbincangkan hari ini sebernarnya bukanlah teknologi yang baru. Ia mengungkapkan pada awalnya AI merupakan mimpi dari para ahli komputer.

“Ini untuk menjawab pertanyaan apakah bisa kita memiliki mesin yang memiliki kecerdasan luar biasa seperti kecerdasan manusia. Maka diciptakanlah algoritma, kemudian representasi, model, dan lain-lain yang menjadi bagian dari ilmu komputer yang disebut saat ini Artificial Inteliigence,” kata Dadan dalam webinar yang berjudul Teknologi Artificial Inteligence (AI): Mengancam atau Mendukung Pekerjaan pada Jumat (23/06/2023) malam.

Dadan menjelaskan bahwa AI diinisasi oleh seorang ilmuwan bernama John McCarthy pada 1956. Pada awalnya, AI dibuat untuk memecahkan masalah yang spesifik, misalnya untuk menghitung, main catur, dan lain-lain.

Pada tahun 1997, AI yang dikembangkan oleh IBM Deep Blue berhasil mengalahkan Grandmaster (GM) Garry Kasparov dalam pertandingan catur.

Dalam enam pertandingan yang dijalankan itu, IBM Deep Blue berhasil mengalahkan Kasparov dengan skor 4-2.

Pada perkembangan selanjutnya, AI tumbuh semakin canggih. Hadirnya machine learning membuat AI bisa berlajar sendiri dari berbagai interaksi sehingga tumbuh lebih cerdas.

“Machine leraning memberikan pengaruh dan memungkinkan AI ini terus belajar. Kalau di awal, sistem AI menjalankan apa yang diprogramkan saja, maka dengan adanya machine learning AI juga bisa belajar dari berbagai interaksi dan input yang diberikan,” jelas Dadan.

Jenis-jenis AI

Selanjutnya Dadan menjelaskan jenis-jenis AI dari kemampuannya. Yang pertama adalah Artificial Narrow Intelligence (ANI). Jenis AI ini merupakan AI yang dikembangkan di awal-awal perkembangan AI.

“Jenis AI ini adalah AI yang sangat sempit seperti yang dikembangakan pada awal kemunculan AI. Ketika terjadi tanya jawab, si mesin itu bisa menjawab apa yang diprogramkan,” tutur Dadan

Jenis AI yang kedua adalah Artificial General Intelligence (AGI) atau yang biasa disebut juga dengan AI generatif. Dadan menjelaskan AI generatif ini bisa melakukan pekerjaan intelektual yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.

“Dari jenis AI ini kita bisa membuat naskah, puisi, lagu, gambar, dan saat ini yang terkenal adalah ChatGPT,” jelas Dadan.

Jenis AI ketiga, lanjut Dadan, adalah Artificial Super Intelligence (ASI). AI jenis ini akan diperkirakan akan muncul pada sekitar tahun 2030-2040-an.

Menurut Dadan, jenis AI ini kecerdasannya akan melebihi kecerdasan manusia. Jenis AI tidak hanya mempunyai kemampuan kognitif, tetapi juga mempunya perasaan.

“Teori ini sebenarnya sudah ada dan saat ini menjadi kontroversi dan ditakutkan oleh banyak orang,” tambah Dadan.

 

 

share :