Mengenal Al-Kindi, Filsuf Pertama dalam Sejarah Peradaban Islam

Artikel

Muhtar

Sejarah ilmu pengetahuan dalam Islam tidak bisa dilepaskan dari sosok Abu Yusuf Ya’qub ibn Ishaq Al-Kindi. Ia adalah penggerak tradisi filsafat sehingga dikenal sebagai bapak filsafat Islam.

Nurcholish Madjid atau Cak Nur dalam Warisan Intelektual Islam menyebut Al-Kindi sebagai sosok yang mula-mula berhasil menghadirkan filsafat Yunani kepada kaum muslimin pada masa itu.

Keberhasilan itu tidak lepas dari kemampuan Al-Kindi dalam menguasai bahasa Yunani. Kemampuan itu juga yang membuatnya dengan mudah menerjemahkan karya-karya filsuf Yunani ke dalam bahasa Arab.

Kualitas terjemahan Al-Kindi dianggap berhasil memperbaiki terjemahan para pendahulunya. Seperti terjemahan Ibn Na`ima Al-Himsi, seorang penterjemah Kristen, atas buku Enneads karya Plotinus (204-270 M).

Buku Enneads inilah yang dikalangan pemikir Arab kemudian disalahpahami sebagai buku Theologi karya Aristoteles (348-322 SM).

Kehidupan Awal

Melansir dari kompas.com, Al-Kindi lahir di Kufah pada sekitar tahun 801 Masehi. Ia lahir dari suku Arab di Kinda, yang berperan penting dalam awal sejarah Islam. Ayahnya, Ishaq, merupakan Gubernur Kufah, yang membimbingnya sejak pendidikan pertamanya di Kufah.

Dari Kufah, Al-Kindi kemudian melanjutkan studinya di Bagdad, di bawah naungan Khalifah Abbasiyah, Al-Ma’mun (813-833) dan Al-Mu’tasim (833-842).

Berkat bakatnya yang menonjol saat belajar di Bagdad, Al-Kindi dipekerjakan oleh Al-Ma’mun di House of Wisdom, yaitu pusat penerjemahan teks-teks filosofis dan ilmiah dari bahasa Yunani ke bahasa Arab.

Selain itu, Al-Kindi juga diangkat sebagai guru putra Khalifah Al-Mu’tasim, yang menggantikan Al-Ma’mun.

Pemikiran

Pemikiran Al-Kindi dibuat untuk menopang ajaran inti Islam, yaitu Tauhid. Berbeda dengan para pendahulunya, pemikirannya tentang Tauhid itu ia lakukan dengan argumentasi filsafat.

Karya masterpiece Al Kindi adalah On First Philosophy. Karyanya itu mengulas tentang filsafat pertama atau metafisika, sebuah studi tentang Tuhan.

Bagi Al-Kindi, Tuhan bukanlah genus atau species. Tuhan adalah pencipta. Ia adalah yang Benar Pertama (al Haqq al Awwal) dan Yang Benar Tunggal. 

Selain ahli dalam bidang Tauhid, Al-Kindi juga ahli di bidang matematika. Ia berperan penting dalam memperkenalkan angka India ke dunia Islam.

Melansir dari CNNIndonesia.com, Al-Kindi ternyata juga salah satu bapak kriptografi. Ia menulis buku berjudul Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages.

Buku tersebut melahirkan kriptanalisis, penggunaan inferensi statistik yang paling awal diketahui, dan memperkenalkan beberapa metode baru untuk memecahkan sandi, terutama analisis frekuensi.

Selanjutnya, Al-Kindi juga memiliki karya paling penting di bidang kedokteran berjudul De Gradibus, di mana ia mendemonstrasikan penerapan matematika pada kedokteran, khususnya di bidang farmakologi.

Meskipun Al-Kindi jarang dikutip setelah abad kesepuluh, dia tetap merupakan tokoh penting bagi penulis abad pertengahan Latin.

Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang kemudian memengaruhi penulis Barat seperti Robert Grosseteste dan Roger Bacon.

Cendekiawan Renaisans Italia, Geralomo Cardano (1501-1575), bahkan menganggapnya sebagai salah satu dari dua belas pemikir terbesar. (*)

share :