Mengenal Ilmuwan Muslim Penemu Algoritma: Al Khawarizmi

Artikel

Ilmuwan Muslim

Muhtar

Tidak sedikit ilmuwan muslim yang karyanya mempengaruhi dunia. Salah satu penemuan penting dari ilmuwan muslim itu adalah algoritma.

Algoritma adalah urutan dari sejumlah langkah logis dan sistematis untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Algoritma dianggap sebagai kunci dari ilmu komputer yang dipakai untuk spesifikasi guna mengolah dan menghitung suatu data.

Selain itu, algoritma juga dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang membutuhkan serangkaian proses atau langkah-langkah prosedural.

Penemu algoritma adalah Al Khawarizmi, seorang jenius yang mahir dalam matematika, geografi, astronomi, dan lain sebagainya.

Dalam bukunya The History of Arab, Phillip K. Hitti menyebut Al Khawarizmi sebagai tokoh utama pada awal sejarah matematikan Arab.

Biografi

Al Khawarizmi mempunyai nama lengkap Abu Abdullah Muhammad ibn Musa Al Khawarizmi. Ia lahir sekitar tahun 780 Masehi di kota Khwarezm, yang kini berada di wilayah Uzbekistan. Ia wafat sekitar tahun 850 Masehi di Baghdad.

Al Khawarizmi hidup di masa kepemimpinan Al Ma’mun, putra Harun Al Rasyid, khalifah Daulah Abbasiyah. Pada masa itu, bisa disebut sebagai salah satu masa kegemilangan Islam di bidang ilmu pengetahuan.

Pada masa Al-Ma’mun berkuasa, dibangun Bait Al Hikmah yang menjadi pusat penelitian, penerjemahan, hingga publikasi ilmu pengetahuan.

Menurut beberapa sumber, Bait Al Hikmah atau rumah kebijaksanaan itu memiliki perpustakaan yang melampaui perpusatakaan di Alexandria dan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh para cendikiawan.

Salah satu cendikiawan itu adalah Al Khawarizmi yang mempelajari aljabar, geometri, astronomi, dan berbagai bidang ilmu yang lain.

Buku pertama Al Khawarizmi adalah Kitaab al Muhtasar fii Hisaab al Jabr wal Muqabaala. Buku tersebut membahas solusi sistematik dari persamaan linear dan persamaan kuadrat.

Semenrara buku dengan judul Kitab al Jam’a wal Tafriq bi Hisab al Hind merupakan sumbangan Al Khawarizmi terhadap cabang aritmatika. Dari buku tersebut, ia memperkenalkan angka Arab dan kelak menjadi cikal bakal munculnya algoritma.

Mengutip dari Wikipedia, kontribusi Al Khawarizmi tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata “aljabar” berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam bukunya.

Kata algorisme dan algoritma diambil dari kata algorismi, latinisasi dari namanya. Namanya juga diserap dalam bahasa Spanyol, guarismo, dan dalam bahasa Portugis, algarismo bermakna “digit”.

Sumbangan Al Khawarizmi tidak hanya seputar matematika. Mengutip dari dicoding.co, Al Khawarizmi mempunya sumbangan di bidang geografi.

Ia menyempurnakan peta Ptolemeus dalam karya yang berjudul Kitab Surat al-Ard. Menurut Paul Gallez, hal ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi seseorang dalam kondisi yang buruk.

Sumbangan di Bidang Ilmu Komputer

Tidak banyak yang tahu kalau Al Khawarizmi berperang penting dalam perkembangan ilmu komputer saat ini. Jasa penting Al Khawarizmi itu tidak lepas dari penemuan algoritma.

Algoritma selalu berdampingan dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin maju. Hal itu termasuk teknologi kecerdasan buatan yang terkait erat dengan algoritma dalam pemrogramannya.

Di samping algoritma, salah satu kontribusi yang dilakukan oleh Al Khawarizmi adalah memperkenalkan angka nol (0) dalam sistem penomoran Arab, yang nantinya diadaptasi pada bidang komputer.

Angka nol sendiri merupakan bagian yang ada dalam kode biner dan merupakan dasar dari pembentukan program komputer.

George Boole, seorang ahli matematika dan logika asal Inggris, kemudian merumusukan Aljabar Boolean. Aljabar boolean memiliki peran penting dalam evolusi digital untuk mewakili bentuk-bentuk logis dan silogisme dengan simbol-simbol aljabar dan logika melalui formula yang beroperasi pada 0 dan 1.

share :