Mengenal Program International Halal Services, Program Kerja Sama antara UICI dengan IIFTIHAR

Artikel

Muhtar

Sekjen IIFTIHAR Ilham Habibie bersama Rektor UICI Prof. Laode Masihu Kamaluddin

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dan International Islamic Forum for Science, Technology, and Human Resources Development (IIFTIHAR) baru saja menandatangani kerja sama program International Halal Services (IHS).

Program IHS ini merupakan program kerja sama yang bersifat multilateral sebagai bentuk dukungan pengembangan industri halal.

IHS mempunyai visi menjadi lembaga sertifikasi halal internasional yang melindungi muslim dengan menjamin produk halal yang adil, amanah dan terpercaya.

Seperti diketahui, industri halal di masa depan diprediksi akan meningkat. Hal ini tidak lepas dari peningkatan jumlah penduduk muslim di dunia.

Di sisi lain, produk halal ternyata telah menjadi bagian dari bisnis dunia yang nilainya sangat besar dan menjanjikan, tidak hanya di negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim, tetapi juga negara-negara yang sekuler dan minoritas muslim.

Jepang misalnya, sangat gencar membangun berbagai fasilitas untuk mengembangkan bisnis produk halal. Satu kota di Jepang, yaitu Fuji, sudah mendeklarasikan diri sebagai kota halal.

Peluang bisnis makanan halal cukup menjanjikan di negara-negara minoritas muslim seperti Thailand, Selandia Baru, Korea Selatan, China, Australia, Prancis, Amerika Serikat, dan Eropa.

Oleh karena itu, industri halal sebenarnya membawa pesan tentang wajah Islam yang rahmatan lil alamin, di mana produk halal ternyata diterima di negara-negara dengan penduduk muslim minoritas.

Namun, dibalik peluang yang menjanjikan itu, layanan halal ini masih menyimpan masalah, yaitu sulitnya prosedur sertifikasi halal antar negara dan keberadaan mafia perizinan.

Oleh karena itu, kerja sama ini sangat penting dalam rangka mendukung perkembangan halal di dunia dengan pusatnya adalah Indonesia.

Dalam kerja sama tersebut, IIFTIHAR nantinya akan memperkenalkan program IHS ini kepada Islamic Development Bank (IDB) yang kemudian menjalin kerjasama dengannya.

Dengan begitu, program IHS ini dapat digunakan oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sementara itu, UICI akan mengelola program IHS ini, misalnya dalam bentuk sertifikat halal, QR Code, dan marketplace.

Karena begitu pentingnya kerja sama ini, Rektor UICI Prof. Laode Masihu Kamaluddin mengatakan kerja sama ini merupakan langkah besar dalam kemajuan peradaban Islam. (*)

share :