Mengenal Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Artikel

Muhtar

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) saat ini menjadi topik hangat di dunia pendidikan Indonesia.

Program ini digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dengan tujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Melalui program ini, visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul diharapkan dapat terwujud.

Latar Belakang Program MBKM

Sebelumnya, pembelajaran di kampus dilakukan secara tatap muka dengan dosen sebagai sumber utama. Mahasiswa cenderung menjadi kurang mandiri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan karena ketergantungan pada dosen.

Selain itu, sistem pembelajaran berbasis SKS (Satuan Kredit Semester) yang diterapkan hampir seluruhnya mengharuskan kegiatan belajar di dalam kelas, sehingga mengurangi kemerdekaan belajar mahasiswa.

Melihat kondisi ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Program ini bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada mahasiswa dalam memilih mata kuliah dan cara belajar yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Implementasi Program MBKM

Program MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar program studi selama satu semester (setara dengan 20 SKS) di perguruan tinggi yang sama.

Selain itu, mahasiswa juga dapat menempuh pembelajaran selama dua semester (setara dengan 40 SKS) di program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda, program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda, atau di luar perguruan tinggi mereka.

Dengan demikian, mahasiswa diajak untuk belajar langsung di lingkungan masyarakat, mengenal dunia kerja sejak dini, dan lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.

Manfaat Program MBKM

Program MBKM ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat bagi mahasiswa, antara lain:

  1. Pengembangan Soft Skills dan Hard Skills: Mahasiswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan yang diperlukan di dunia kerja, baik soft skills seperti komunikasi dan kerja sama tim, maupun hard skills sesuai dengan bidang studi masing-masing.
  2. Pengalaman Praktis: Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang tidak didapatkan di dalam kelas, seperti magang, proyek desa, dan kegiatan wirausaha.
  3. Jaringan dan Relasi: Mahasiswa dapat membangun jaringan dan relasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar kampus, yang dapat bermanfaat untuk karier mereka di masa depan.
  4. Peningkatan Daya Saing: Dengan berbagai pengalaman yang didapatkan, diharapkan mahasiswa memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja global.

share :