Mengenal Ransomware Lockbit 3.0 Brain Chiper yang Serang Pusat Data Nasional

Artikel

Muhtar

Ransomware Lockbit – Pusat Data Nasional (PDN) menjadi sasaran peretasan sejak Kamis (20/06/2024). Hal ini mengakibatkan lumpuhnya layanan keimigrasian di seluruh bandara internasional di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Budi Arie Setiadi, menyampaikan peretas meminta tebusan $8 juta sebagai imbalan.

“Iya menurut tim (meminta) 8 juta dolar AS,” ujar Budi Arie pada Senin (25/06/2024).

Budi menjelaskan peretas menggunakan virus ransomware jenis baru yang dikenal sebagai Lockbit 3.0 Brain Chiper.

Kasus di PDN ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya virus dengan jenis yang sama pernah menyerang server Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun 2023.

Apa itu Ransomware Lockbit 3.0 Brain Chiper?

Melansir kompas.com, Ransomware terus berevolusi dan menjadi ancaman yang semakin kompleks di dunia siber. Salah satu varian terbaru yang menjadi perhatian adalah LockBit 3.0 Brain Chipper.

Sebagai pengembangan terbaru dari keluarga ransomware LockBit, Brain Chipper telah menimbulkan gangguan signifikan pada sistem komputer berbagai organisasi, termasuk di Indonesia.

LockBit pertama kali muncul pada tahun 2019 dan dikenal dengan nama “ABCD Ransomware” atau “.abcd virus” karena ekstensi file yang digunakan untuk mengenkripsi data korban.

Ransomware ini dirancang untuk menyerang perangkat organisasi, perusahaan, dan lembaga pemerintah, dengan tujuan utama mendapatkan tebusan dari korban.

LockBit terus berevolusi, dengan LockBit 2.0 diluncurkan pada tahun 2021. LockBit 2.0 tidak hanya mengenkripsi file tetapi juga mentransfernya ke perangkat lain, membuatnya menjadi ancaman yang lebih menakutkan.

Pada pertengahan 2022, muncul LockBit 3.0 yang mampu mengenkripsi dan mengekstraksi semua file di perangkat korban, sehingga penyerang dapat menyandera data sampai tebusan dibayar.

LockBit 3.0 Brain Chipper adalah varian terbaru yang ditemukan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Ransomware ini telah menunjukkan kemampuannya mencuri dan mengenkripsi data korban, serta menuntut tebusan untuk pengembalian akses data.

Menurut Broadcom, perusahaan penyedia layanan digital dan keamanan siber, LockBit 3.0 Brain Chipper bekerja dengan cara mencuri data dari perangkat korban sebelum mengenkripsinya.

Data yang dicuri ini kemudian digunakan sebagai leverage untuk memeras korban. Penyerang memberikan ID enkripsi kepada korban, yang digunakan untuk berkomunikasi melalui situs dark web Onion, di mana proses negosiasi tebusan berlangsung.

share :