Menggali Tren Bahasa Pemrograman Terkini

Artikel

Nesa Azra

Bahasa pemrograman terus mengalami evolusi seiring perkembangan teknologi. Beberapa bahasa pemrograman telah mendapatkan popularitas yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan perubahan tren di dunia pengembangan perangkat lunak.

1. Python: Menjadi Pilihan Utama

Fleksibilitas, kemudahan belajar, dan kegunaan lintas disiplin ilmu membuatnya menjadi pilihan utama untuk pengembangan web, analisis data, kecerdasan buatan, dan pengembangan game.

2. JavaScript: Pilar Pengembangan Web

Tetap menjadi bahasa yang dominan di pengembangan web. Dengan kemampuan untuk berjalan di sisi klien, serta backend melalui Node.js, JavaScript menawarkan fleksibilitas yang krusial dalam dunia web modern.

3. Go (Golang)

Sebagai bahasa yang diakui dalam pembangunan infrastruktur dan aplikasi yang membutuhkan performa tinggi. Diciptakan oleh Google, Go menonjol dalam konkurensi dan manajemen memori yang efisien.

4. Rust: Keamanan dan Kinerja

Menjadi pilihan untuk proyek yang menuntut keamanan tingkat tinggi dan kinerja optimal. Dengan sistem kepemilikan yang unik, Rust mencegah kesalahan memori pada tingkat kompilasi, menghasilkan perangkat lunak yang lebih aman.

5. Kotlin: Alternatif Android yang Menjanjikan

Kotlin terus berkembang sebagai bahasa resmi untuk pengembangan Android. Didukung oleh Google, Kotlin memberikan sintaksis yang bersih dan modern, meningkatkan produktivitas pengembang Android.

Perlu diingat bahwa tren bahasa pemrograman dapat berubah seiring waktu, tergantung pada kebutuhan industri dan kemajuan teknologi. Pemilihan bahasa pemrograman yang tepat tetap bergantung pada kebutuhan spesifik proyek dan preferensi pengembang.

5 Prinsip Belajar Pemrograman dengan Sukses

Berikut adalah tipsnya:

1. Tidak ada yang instan

Singkirkan pemikiran “ahli pemrograman dalam 2 hari”. Dua hari mungkin cukup untuk pengantar, bukan untuk menjadi ahli.

2. Kompas dan Peta

Sebelum menetapkan tujuan pembelajaran, pertimbangkan apa yang ingin Anda capai; ini akan menjadi “kompas yang mengingatkan kita di mana harus belajar”. Setelah menentukan Kompas, langkah berikutnya adalah membuat peta, melalui tutorial atau dokumentasi.

3. Amati, tiru, dan modifikasi

Buku “Steal like an artist” yang ditulis oleh Austin Kleon mengajarkan bagaimana seniman mencari beberapa karya yang dapat Anda gunakan sebagai materi belajar atau referensi kerja.

Ini berlaku juga dalam pemrograman, cari kode yang Anda sukai di internet, misalnya di GitHub, banyak yang tersedia sebagai open-source. Buka file dan lihat kode yang orang lain tulis.

Hampir semua kode yang ingin kita buat sudah pernah dibuat sebelumnya. Coba cari contoh, jangan hanya meng-copy-paste dan kemudian mengganti kontennya, tetapi pelajari, apa yang bisa diperbaiki, dan pelajaran apa yang bisa Anda ambil dari kode orang lain.

4. Etika dalam bertanya

Anda boleh bertanya, tapi jangan lupa mencoba sendiri terlebih dahulu. Masalahnya adalah saat kita semua menginginkan jawaban instan. Setiap kali ada masalah, jangan langsung bertanya, tetapi coba selesaikan sendiri terlebih dahulu.

Banyak orang bertanya, mengira bahwa orang lain seperti dukun, “bro, saya ingin membuat toko online, tapi kenapa selalu salah? di mana kesalahannya?” orang lain jelas tidak tahu di mana kesalahan itu karena ada 1001 kemungkinan kesalahan yang Anda buat.

Ajukan pertanyaan dengan sopan, di dunia nyata atau dunia virtual. Jelaskan apa yang sedang Anda lakukan, bisnis apa yang sudah Anda jalankan, dan di mana letak permasalahannya.

5. Tidak ada garis finish dalam pembelajaran karena teknologi selalu berubah

Pemrograman adalah keterampilan yang harus dipelajari, dikaji, dan diasah terus-menerus, seperti mempelajari keterampilan lainnya.

Jumlah pembelajaran bukanlah penentu cepat atau lambatnya kita menguasai pemrograman, melainkan kualitasnya yang penting. Coding itu menantang. Jadi, ketika Anda memutuskan untuk belajar coding, itu berarti Anda berkomitmen untuk terus belajar.

share :