Menggugah Semangat Kartini Melalui Pendidikan dan Pemberdayaan

Artikel

Muhtar

Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI mengadakan acara Sharing Time Perempuan Muda dengan tema Kartini Muda Inspiratif.Acara ini diadakan bekerja sama dengan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) pada Senin (29/04/2024).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah anggota DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Ketua PB HMI Bidang Pendidikan dan Riset Kartika Tusti Nugraheni, dan dosen Universtias Balikpapan Venna Puspita Sari.

Dyah Roro mengatakan bahwa konsep Kartini tak lepas dari semangat perjuangan. Ia mengatakan, “Apa yang kita rasakan saat ini tak lepas dari perjuangan masa itu. Kartini telah melakukan perjuangan luar biasa.”

Kartini masa kini, kata Dyah Roro, adalah perempuan yang berdaya dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa. Masing-masing dengan cara yang unik dan beragam.

Menurutnya, fondasi utama yang harus dibangun perempuan adalah pendidikan. Ia menyadari bahwa memiliki akses pendidikan bukanlah hal yang semua perempuan dapatkan, dan hal ini menjadi suatu privilege.

Oleh karena itu, model pendidikan digital yang dikembangkan oleh UICI dinilai memiliki potensi besar untuk membuka pintu akses pendidikan bagi perempuan yang sebelumnya sulit untuk mengaksesnya.

“Dengan model pendidikan digital yang dikembangkan oleh UICI, hal itu membuka peluang perempuan untuk bisa lebih mudah mengakses pendidikan,” katanya.

Senada dengan Dyah Roro, Kartika Tusti Nugraheni, Ketua PB HMI Bidang Pendidikan dan Riset, menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam melanjutkan perjuangan Kartini.

“Perjuangan Kartini harus kita lanjutkan melalui banyak hal, namun fondasinya adalah pendidikan,” jelasnya.

Ia menegaskan pendidikan mampu memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan derajat sosial.

Sementara itu,Venna Puspita Sari, seorang dosen dari Universitas Balikpapan, menyoroti dua aspek penting dalam definisi Kartini masa kini, yaitu kesadaran dan pemberdayaan.

“Dua kata tersebut tidak bisa dipisahkan. Dua hal itu bisa dicapai dengan Pendidikan,” tuturnya.

Venna pun menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata bagi perempuan di seluruh Indonesia. Untuk itu ia mengapresiasi kehadiran UICI sebagai universitas digital yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

“Tentunya perempuan-perempuan yang tinggal di berbagai wilayah Indonesia harapannya memiliki akses yang sama sehingga kita bisa mencapai visi misi kartini untuk mewujudkan pendidikan yang merata di Indonesia,” tutupnya

 

share :