Niki Tsuraya, Co-Founder GOERS Bagikan Tips Membangun Bisnis Sendiri, Langkah Pertama adalah Kunci

Berita

Membangun Bisnis Sendiri

Muhtar

Membangun bisnis sendiri itu memiliki tantangan dan resiko yang tidak kecil. Langkah pertama menjadi kunci bagi seseorang yang ingin membangun bisnis.

Co-Founder GOERS Niki Tsuraya Yaumi, ST., M.Sc. mengatakan langkah pertama itu menjadi tantangan terbesar bagi seseorang yang memulai bisnis sendiri.

“Challenge yang paling besar ini yang saya bold, yaitu bagaimana kita mengambil langkah pertama,” kata Niki dalam webinar yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dengan tema Kiat Sukses Bisnis Berbasis IT” pada Selasa (20/12/2022).

“Ketika kita ingin memulai taking the first leap, itu yang paling berat gitu, apalagi kalau kita harus misalnya meyakinkan orang tua atau meyakinkan suami atau istri untuk mengambil risiko ini,” lanjut Niki.

Niki mengungkapkan tantangan dalam membangun bisnis sendiri tidak hanya dijumpai pada saat memulai tetapi juga pada saat bisnis itu sudah berjalan.

Ia mengungkapkan pengalaman saat membangun GOERS bersama rekan-rekannya. Pada tahun pertama, startup yang ia rintis itu berjalan tidak seperti apa yang direncanakan.

“Secara revenue kita belum banyak kemudian secara gross juga biasa aja. Istilahnya hampir saja kita itu tutup. Hal ini kita alami setidaknya tiga kali di tiga tahun pertama, itu bisa dibilang tahun yang cukup berat,”

Ia menyebut beberapa faktor yang membuat usaha rintisannya itu dapat bertahan. Yaitu kesolidan founder dan tim, mentor yang luar biasa, dan investor yang suportif.

Di luar itu, Niki menyebut empat hal yang membuat bisnisnya bisa bertahan, yaitu built, measure, learn; focus on the core mission; be resourceful; dan set the culture.

Membangun Bisnis IT

Niki mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat membangun bisnis berbasis IT karena tidak ada industri yang tidak tersentuh teknologi.

“Bisnis di industri IT itu sedang dibutuhkan, sangat-sangat dibutuhkan oleh berbagai industri,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia bisnis berbasis IT, inovasi wajib dilakukan terus menerus. Menurutnya, tanpa adanya inovasi, bisnis itu akan ketinggalan.

Inovasi itu diciptakan oleh pelaku bisnis, bukan dipengaruhi oleh customer.

“Bisa dibilang inovasi itu pekerjaan kita sebagai orang yang punya bisnis bukan, kita tanya kepada customer,” jelasnya.

Dengan inovasi ini, diharapkan bisnis rintisan tersebut bisa beradaptasi dengan perubahan. Pemilik bisnis harus menyadari bahwa saat ini industri berkembang dengan cepat dan perubahan perilaku customer juga berubah dengan cepat.

“Karena memang perkembangan industri sangat cepat dan perubahan behavior customer juga sangat cepat,” ungkapnya. (*)

share :