Nur Iswan Sebut UICI Sebagai Opsi Menarik untuk Pendidikan Digital

Berita

Muhtar

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) mendapatkan kunjungan dari Direktur Eksekutif Yayasan Ksatriaan Entrepreneur Indonesia, Nur Iswan pada Senin (13/05/2024).

Dalam kunjungannya, Nur Iswan menyampaikan pandangannya tentang UICI dan peranannya dalam pendidikan digital di Indonesia.

“Saya sudah lama mendengar tentang UICI sejak didirikan, tetapi baru kali ini berkesempatan mengunjunginya. Alhamdulillah, saya sudah bertemu dengan Bu Lely Pelitasari, dan mendapatkan banyak insight,” kata Iswan.

Iswan menyebut UICI sebagai kampus yang “seksi dan menarik” bagi banyak anak muda untuk melanjutkan pendidikan.

Ia menyoroti bahwa generasi yang lahir pada era 70-an dan 80-an mungkin agak gagap menghadapi era digital, namun hal ini tidak menjadi kendala karena digitalisasi dapat dipelajari.

“Bahkan sekarang, orang yang lebih tua harus berguru kepada anak muda dalam hal digitalisasi. Ini kebalikan dari dahulu, di mana yang tua selalu mengajarkan yang muda. Sekarang, anak mudalah yang menjadi guru bagi orang tua dalam dunia digital. Misalnya, generasi 70-an mungkin tidak mengerti cara mengoperasikan TikTok, Instagram, Facebook, atau Twitter, padahal platform-platform ini sekarang menjadi alat dan sarana bisnis yang sangat besar,” jelasnya.

Iswan juga membahas peran media sosial dalam bisnis modern, di mana iklan perusahaan bisa lebih efisien melalui promosi di media sosial yang berbayar dan influencer.

“Pertarungan antara platform seperti YouTube Shorts, TikTok, dan Instagram Reels menunjukkan bagaimana media digital mulai menggantikan media konvensional. UICI telah mengambil posisi yang tepat sesuai dengan kehendak zaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iswan memuji UICI yang menawarkan tujuh program studi yang sangat relevan dengan era digital, seperti bisnis digital dan data science.

Ia juga berharap UICI dapat memperluas program studinya ke bidang-bidang lain seperti teknik industri, hukum bisnis, dan hukum digital.

“Ini akan membuat UICI semakin relevan dan memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar,” ujarnya.

Iswan menekankan pentingnya pembelajaran yang terus menerus dan mengatasi kemalasan sebagai musuh utama pembelajar.

“Bagi mahasiswa UICI, pilihan teman-teman itu tepat. Teruslah belajar walaupun ada keterbatasan, karena setiap manusia adalah pembelajar dan bisa belajar apa saja. Yang penting adalah mengalahkan kemalasan, disiplin, dan memiliki kerendahhatian untuk belajar dari siapa pun,” pesan Iswan. (*)

share :