Pemerintah Resmi Matikan Siaran Televisi Analog, Ini Sejarah Panjang Pertelevesian Indonesia

Artikel

Sejarah Televisi Indonesia

Muhtar

Pemerintah secara resmi memberlakukan Analog Switch Off (ASO) atau migrasi siaran televisi analog ke digital pada 2 November 2022.

Total ada 230 kabupaten/kota yang resmi telah dimatikan siaran televisi analog dan digantikan televisi digital.

Peralihan tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mendigitalisasi bidang penyiaran.

ASO ini merupakan program yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar).

Meski telah resmi dimatikan, masyarakat yang menggunakan televisi analog masih bisa mengakses siara dengan memasang Set Top Box (STB).

STB adalah alat untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang kemudian dapat ditampilkan pada televisi analog.

Terlepas dari perpindahan siara dari televisi analog ke televisi digital, dunia pertelevsian di Indonesia sebenarnya telah melewati sejarah yang panjang.

Sejarah Televisi di Indonesia

Melansir dari kumparan.com, Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjadi stasiun televisi pertama di Indonesia. Siaran perdananya adalah peringatan HUT RI ke-17 itu, siaran TV hanya berlangsung mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.02 WIB.

Keberadaan TVRI sebenarnya merupakan program khusus untuk menyukseskan ASIAN Games di Jakarta pada tahun 1962.

Kala itu terjalin kerja sama antara Panitia Persiapan Pembangunan Televisi di Indonesia dengan tim dari Televisi Organizing Commite Asian Games IV.

Kerja sama tersebut berhasil meluncurkan siaran perdananya bagi warga Jakarta di Gelora Bung Karno pada 24 Agustus 1962.

Siaran Asian Games IV itu juga dinyatakan sebagai hari jadi stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI). Meski begitu, peresmian TVRI baru disahkan oleh pemerintah pada 20 Oktober 1963.

Setelah itu, TVRI mulai menyiarkan tayangan reguler kepada masyarakat. Di tahun awalnya, TVRI mampu menjaring 10.000 pemilik televisi di Indonesia.

Selanjutnya, pada 16 Agustus 1967, untuk pertama kalinya Indonesia meluncurkan Satelit Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) dengan Satelit Palapa A1 untuk kelancaran penyiaran.  Satelit ini mampu menjangkau 27 provinsi di Indonesia dan dapat pula menjangkau ASEAN.

Pada masa itu, TVRI jadi satu-satunya stasiun televisi di Indonesia yang mampu menjangkau wilayah nusantara hingga ke pelosok.

Lahirnya TV Swasta

Sejarah televisi swasta di Indonesia bermula dengan dibukanya izin mendirikan televisi swasta pada tahun 1989.

Adalah Rajawali Citra Televisi (RCTI) yang menjadi televisi swasta pertama di Indonesia. RCTI berdiri pada 24 Agustus 1989.

Pada awal siaranya, RCTI hanya bisa diakses oleh masyarakat di sekitar Jabotabek. Untuk wilayah di luar Jabotebek, tetap bisa menangkap siaran dengan memanfaatkan decoder.

Setelah RCTI, muncul Surya Citra Televisi atau SCTV. SCTV berdiri pada 24 Agustus 1990. Selanjutnya berturut-turut berdiri TPI (1991), Indonesia (1994), dan ANTV (1994).

Menyusul kemudian hingga ada 11 stasiun televisi yang mengudara secara nasional, seperti Trans TV, Global TV, Lativi, Metro Tv dan TV7.

share :