Penemuan-penemuan Teleskop Hubble yang Bermanfaat Bagi Ilmu Pengetahuan

Artikel

Kanyaka Anindita

Alam semesta merupakan tempat yang sangat luas. Banyak sekali di dalamnya benda-benda angkasa dan fenomena-fenomena yang masih belum diketahui atau dipecahkan manusia. Meski begitu, sampai saat ini, pencarian dan penjelajahan terus dilakukan guna mengetahui lebih banyak tentang alam semesta. Dalam misi tersebut, penggunaan teleskop membantu ilmuwan untuk bisa menemukan hal-hal baru di luar angkasa sehingga berguna untuk ilmu pengetahuan dan sains. Salah satu teleskop yang masih digunakan hingga saat ini adalah Teleskop Hubble.

Dilansir dari website resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA) teleskop Hubble merupakan teleskop luar angkasa proyek kerjasama NASA dan Badan Antariksa Eropa yang diluncurkan tahun 1990 yang digunakan untuk mengamati bintang, galaksi, dan planet. Selama sekitar 30 tahun teleskop Hubble bekerja, sudah banyak momen di luar angkasa yang diabadikan. Beberapa penemuan oleh Hubble diantaranya:

Penemuan Umur Alam Semesta

Dikutip dari Science Focus, teleskop Hubble berhasil menemukan bintang Cepheids yang menjadi ukuran dalam menghitung usia dari alam semesta. Ditemukan ada lebih dari 800 bintang Cepheid di 24 galaksi terdekat. Profesor Wendy Freedman dari The University of Chicago kemudian mengukur bintang variabel tersebut berdasarkan kecerahan dan tingkat denyutannya. Kemudian ditemukan bahwa usia alam semesta adalah sekitar 13,8 miliar tahun.

Penemuan Supermassive Blackhole

Science Focus juga menuliskan bahwa Teleskop Hubble berhasil mengetahui keberadaan supermassive blackhole (SMBH) atau lubang hitam superbesar beberapa waktu setelah pertama kali diluncurkan pada tahun 1990. Lubang hitam sulit untuk didekati karena gaya tariknya yang sangat besar. Dengan mengukur kecepatan benda-benda di sekitar, Hubble mendapatkan bahwa beberapa bintang memiliki massa yang lebih besar dibandingkan bintang-bintang biasanya dan itu dikarenakan ada lubang hitam di dekatnya. Penemuan ini juga berkembang sehingga diketahui bahwa lubang hitam memiliki jumlah yang banyak.

Penemuan Nix dan Hydra, Bulan Kecil Pluto

Pada tahun 2005, Hubble menemukan bulan kecil milik Pluto yang kemudian dinamai Nix dan Hydra. Menurut NASA, bulan-bulan Pluto memiliki pergerakan yang tidak beraturan. Nix dan Hydra memililki cahaya 5000 kali lebih redup dari Pluto dan dibandingkan dengan bulan besarnya, Charon, Nix dan Hydra berjarak dua sampai tiga kali dari Pluto.

Penemuan lainnya yang ditangkap oleh Hubble yaitu mengetahui evolusi galaksi, mengetahui dunia lain di luar matahari kita, mengetahui kelahiran bintang, mengetahui detail dan penggabungan galaksi, dan lain sebagainya. Hubble akan terus mengamati luar angkasa yang tidak terhingga selama masih beroperasi.

 

Sumber gambar : NASA

share :