Pentingnya Mengetahui IQ dan Fakta-fakta Tentang IQ

Artikel

Kanyaka Anindita

foto: freepik.com

Melakukan tes IQ menjadi cara untuk dapat mengetahui ukuran potensial kecerdasan seseorang. Seseorang dengan IQ tinggi biasanya sering disebut sebagai jenius. Namun, semakin tinggi IQ, semakin rentan juga risiko untuk terkena gangguan mental. Selain itu, mengukur IQ juga diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kecacatan mental atau tidak.

Dilansir dari verywellmind.com, IQ atau intelligence quotient merupakan nilai standar untuk menentukan seberapa tinggi atau rendah seseorang dibandingkan dengan grup sebayanya dalam kemampuan mental. Dikutip dari Hallo Sehat, IQ ditentukan dari serangkaian tes dan kemudian menghasilkan angka yang dikategorikan ke dalam tingkatan.

  • <69 : Intellectual Disability (sangat rendah)
  • 70-79 : Berderline (batas fungsi intelektual)
  • 80-89 : Low Average (rata-rata rendah)
  • 90-109 : Average (rata-rata)
  • 110-119 : High Average (rata-rata tinggi)
  • 120-129 : Superior (di atas rata-rata)
  • >130 : Very Superior (cerdas)

Tingkatan ini berguna sebagai indikator dalam menilai seseorang untuk pendidikan, diagnosis disabilitas intelektual, penelitian kognitif, evaluasi kandidat pekerjaan, dan menilai kemampuan kognitif termasuk memori, kecepatan, dan perhatian. Skor IQ juga tidak bisa menentukan bakat, keterampilan, atau kemampuan seseorang.

Selain itu, menurut laman Hallo Sehat, ada beberapa fakta tentang IQ yang perlu diketahui yaitu:

  1. Bukan satu-satunya penentu kecerdasan

Tes IQ bukanlah satu-satunya cara kita untuk mengetahui tingkat kecerdasan. Dalam tes IQ hanya menilai kecerdasan kognitif dan tidak mencakup kecerdasan spiritual, empati, atau kreativitas. Tingkat kompleksitas otak manusia juga berkembang sehingga tes kecerdasan juga ikut bervariasi, tidak hanya tes IQ saja.

  1. Tidak mencerminkan diri yang sebenarnya

Meskipun tokoh-tokoh besar seperti Einstein atau Stephen Hawking memiliki IQ yang tinggi, bukan berarti orang-orang dengan IQ yang tinggi saja yang bisa sukses dan bahagia. Orang dengan IQ rendah pun tetap memiliki kemampuan mengemudi meskipun memiliki kebutuhan khusus secara akademis.

  1. Nilai bisa naik turun

Nilai tes IQ yang dilakukan dulu dan sekarang bisa saja berbeda. Hal ini dikarenakan adanya faktor akademis dan pengalaman hidup juga hubungan seseorang di masyarakat. Richard Nisbett, dosen psikologi University of Michigan mengatakan, otak manusia berkembang setiap saat sehingga memungkinkan untuk nilai IQ dapat bertambah 3 poin setiap 10 tahun sekali.

share :