Peran Digital dalam Pertumbuhan UMKM, Ini Pandangan CEO Kerongcongantar Ary Nugraha

Berita

Muhtar

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tidak luput dari manfaat teknologi digital ini. Berbagai inovasi dan solusi digital telah membuka peluang baru bagi UMKM untuk tumbuh dan bersaing di pasar global.

CEO Kerongcongantar Ary Nugraha dalam webinar yang diselenggarakan oleh Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) mengungkapkan salah satu platform digital yang bisa dikembangkan oleh pelaku UMKM adalah media sosial.

Ia  mengatakan media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai platform untuk berinteraksi sosial, tetapi juga telah menjadi alat strategis yang kuat bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka.

Platform seperti Instagram dan Facebook telah mengintegrasikan fitur belanja langsung, memungkinkan pelanggan untuk langsung membeli produk tanpa meninggalkan aplikasi.

“TikTok yang awal kemunculannya distigmakan negatif, tetapi pada hari ini perkembangannya menjadi sebuah media sosial yang luar biasa sekali untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Ary pada Selasa (08/8/2023).

Namun, dengan peluang datang pula tantangan. Ary menjelaskan tingginya penetrasi media sosial di kalangan pelaku UMKM membuat persaingan semakin ketat.

Setiap bisnis berlomba-lomba untuk menarik perhatian audiens yang sama. Ini menuntut pelaku UMKM untuk lebih kreatif dalam merancang konten yang menarik dan bernilai tambah.

Selain itu, algoritma yang berubah-ubah pada platform media sosial dapat menjadi kendala. Ketika algoritma berubah, cara konten disajikan kepada audiens juga berubah. Inilah yang sering kali menyebabkan penurunan jangkauan dan interaksi.

“Hal ini membuat kita harus update terus soal perkembangan algoritma. Misalkan Instagram. Dulu kalau kita posting 3-5 kali setiap hari akun kita akan naik. Tapi saat ini kita posting 3,5, sampai 10 kali postingan belum tentu naik karena algoritma yang berubah,” jelas Ary.

share :