Prof. Laode Mengenang Azyumardi Azra, Berteman Dekat dan Tumbuh di Bawah Bimbingan Cak Nur

Berita

Muhtar

Mengenang Azyumardi Azra

Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Prof. Laode Masihu Kamaluddin mengenang kedekatannya dengan Prof.  Azyumadi Azra yang wafat pada Ahad (18/09/2022) di Malaysia.

Dalam takziah virtual yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni UIN Jakarta pada Ahad (18/09/2022), Prof. Laode menyampaikan pertemanannya dengan Azyumardi telah terjalin sejak tahun 1970-an.

“Saya mengenal Prof. Azyumardi ini sudah lama pada tahun 1970-an. Kami tumbuh dan besar di bawah bimbingan almarhum Cak Nur,” ungkap Prof. Laode.

Perjumpaan pertama dengan almarhum terjadi saat Prof. Laode menjadi Ketua Departemen Kemahasiswaan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Saat itu Prof. Laode diundang dalam sebuah kegiatan perkaderan HMI Cabang Ciputat.

Prof. Laode hadir sebagai narasumber bersama-sama dengan Almarhum Nurcholis Madjid (Cak Nur) dan Almarhum Sulastomo. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Laode membawakan topik Bangkit dan Runtuhnya Peradaban Islam.

Setelah kegiatan itu, terjalinlah persahabatan antara Prof. Laode dengan Almarhum Azyumardi Azra. Selain mereka, ada juga Komarudin Hidayat, Fachry Ali, dan Ahmad Zacky Siraj.

Menurut cerita Prof. Laode, bersama Azyumardi dkk itu, dikusi tentang sains dan agama intens dilakukan. Diskusi-diskusi itu juga yang kemudian mengantarkan mereka, kecuali Zacky Siraj, kuliah di luar negeri.

“Sampai kemudian di masa-masa muda kami, kami sudah membagi, masing-masing harus pergi kuliah ke luar negeri. Bagaimana mungkin kita membangun peradaban Islam kalau ilmunya tidak cukup. Dan Alhamdulillah, kami semua, kecuali Pak Zaki, berangkat ke luar negeri,” jelas Prof. Laode.

Sosok Penting di Balik UICI

Prof. Laode mengungkapkan Prof. Azyumardi Azra adalah sosok penting di balik berdirinya UICI. Almarhum banyak memberikan sumbangsih pemikiran terutama berkaitan dengan gagasan keislaman dan keindonesiaan.

Almarhum pun menjadi bagian dari tim penulisan buku Islam dan Keindonesiaan di Era Digital. Buku, yang kata Prof. Laode menjadi buku babon UICI.

“Dan buku itu kemudian menjadi buku babon yang menjadikan Islam dan keindonesiaan menjadi dharma keempat. Oleh karena itu di UICI Tri Dharma  menjadi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dharma keempat adalah Islam dan keindonesiaan,” jelas Prof. Laode.

“Buku itu kami susun bersama-sama. Pak Azyumardi adalah tokoh yang banyak memberikan roh dalam buku tersebut,” lanjut Prof. Laode.

Dijelaskan Prof. Laode, buku Islam dan Keindonesiaan di Era Digital kini tengah dalam proses editing akhir dan siap naik ke percetakan.

Laode, Laode, Laode

Sedianya, Prof. Azyumardi Azra akan menghadiri undangan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dalam Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam yang dilaksanakan di Selangor, Malaysia, pada 17 September.

Namun, beberapa saat sebelum pesawat mendarat di Kuala Lumpur, almarhum mengalami sesak nafas dan harus di rawat di RS Serdang, Malaysia.

Prof. Laode menceritakan detik-detik saat almarhum mengalami sesak nafas, almarhum sempat menyebut namanya tiga kali.

Cerita itu didapat Prof. Laode saat dihubungi oleh seorang perempuan bernama Ibu Reni. Ibu Reni itu yang memberikan pertolongan kepada almarhum di pesawat, mencari ambulan, mengisi daftar administrasi, hingga menghubungi keluarga dan kolega.

“Ada Ibu Reni yang duduk sekitar beliau yang melihat almarhum itu sedang sesak nafas kemudian dibantunya di dalam usahanya membantu itu kemudian menyebut nama saya tiga kali Laode, Laode, Laode. Ibu Reni kebingungan, barangkali ini teman dekatnya. Kemudian Ibu Reni menelepon saya. Ibu Reni juga yang mencari ambulan dan mengisi daftar isian supaya Prof. Azyumardi bisa di bawa ke rumah sakit,” ungkap Prof. Laode.

“Terima kasih Ibu Reni atas kebaikanmu. Semoga sifat kemanusiaanmu mendapat pahala dari Tuhan yang Mahas Esa,” tambahnya.

share :