Prof. Laode Ungkap Syarat Indonesia Masuk Peringkat Empat Ekonomi Terbesar di Dunia

Berita

Muhtar

Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Prof. Laode Masihu Kamaluddin mengungkapkan syarat Indonesia masuk sebagai peringkat keempat ekonomi terbesar di dunia di bawah China, India, dan Amerika Serikat.

Dalam acara Sharing Knowledge PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) dengan tema Menempa Digital Talenta dan Digital Leadership pada Rabu (09/02/2022), Prof. Laode menyebut syarat itu adalah terpenuhinya 9 juta talenta digital dan 2 juta digital leadership.

“Kita memerlukan talenta digital 9 juta dan digital leadership 2 juta, sehingga pada 2040 yang sering kita sebut sebagai tahun emas, Indonesia akan menjadi negara maju di dunia,” kata Prof. Laode.

“Dari pandangan-pandangan itulah, UICI hadir,” lanjut Prof. Laode.

Prof. Laode menjelaskan untuk sampai pada digital leadership itu, di UICI mahasiswa harus melewati tiga fase, yaitu digital literacy, digital talent, dan digital mindset.

Untuk fase pertama, Prof. Laode menjelaskan, di UICI hal itu ditempuh selama satu tahun atau dua semester.

“Mahasiswa UICI harus bisa membuat website, kemudian animasi 2D dan 3D, mengedit video, dan streaming. Keempat skill ini disebut digital literacy,” jelas Prof. Laode.

Empat skill tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa UICI untuk melewati fase digital talent yang ditempuh selama dua tahun atau empat semester.

“Maka diharapkan pada semester ketiga, keempat, kelima, dan keenam itu digital talentanya sudah hadir, sehingga lahirlah kemudian digital behavior atau culture,” lanjut Prof. Laode.

Setelah melewati dua fase, pada dua semester terakhir, mahasiswa UICI diharapkan sudah bisa terjun di masyarakat untuk mengimplementasikan apa yang didapat di bangku kuliah.

“Perubahan digital mindset inilah sebenarnya yang kita sebut sebagai digital leadership,” ungkap Prof. Laode.

Lebih lanjut, Prof. Laode menjelaskan UICI merupakan perguruan tinggi yang didirikan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

UICI secara bertahap mengembangkan integrasi inovasi teknologi seperti digital simulator, artificial intelligence, block chain, virtual dan augmented reality, dan voice recognition menjadi sebuah platform yang fully digital base.

Dengan teknologi itu, perkuliahan di UICI bisa diakses oleh siapa saja, di mana saja, kapan saja, dan dengan perangkat apa saja.

Selama satu tahun ini , Prof. Laode mengatakan bahwa UICI telah membuka empat program studi, yakni Bisnis Digital, Sains Data, Komunikasi Digital, dan Informatika.

Selanjutnya, UICI juga akan membuka tiga program studi baru, yakni Psikologi, Teknik Industri, dan Teknologi Industri Pertanian.

“Tiga program studi ini mulai dibuka pada September yang akan datang,” jelas Prof. Laode. (*)

share :

Newsletter

Signup our newsletter to get update information, news or insight for free.