Punya Banyak Kelebihan, Ternyata AI Tidak Bisa Melakukan Ini

Berita

Muhtar

Artificial Intelligence (AI) terus menjadi perbincangan menarik di berbagai media. Hal itu tidak lepas dari kecanggihan AI yang memudahkan pekerjaan manusia.

Seperti keberadaan ChatGPT. Chatbot buatan OpenAI tersebut memudahkan manusia melakukan banyak hal, misalnya pembuatan esai, peringkasan artikel, penerjemahan, dan lain-lain.

Meski begitu, AI ternyata memiliki kelemahan juga. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Kaprodi Sains Data Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Siti Aisyah.

“Jadi selain memiliki banyak kelebihan, AI juga memiliki kekurangan,” kata Aisyah dalam webinar dengan tema “Bincang Data: Jelajahi Dunia Sains Data” pada Jumat (16/06/2023) malam.

Aisyah menjelaskan meskipun AI memiliki kecerdasan seperti manusia, ia tidak memiliki perasaan selayaknya manusia.

Ia mencontohkan hal itu dengan menggunakan ChatGPT. Ia tuliskan pertanyaan kepada ChatGPT “Kamu kenapa sedih?”.

“Sebagai program komputer, saya tidak memiliki perasaan atau emosi pribadi, sehingga saya tidak bisa merasa sedih. Saya dirancang untuk memberikan untuk memberikan informasi dan membantu menjawab pertanyaan. Jika ada yang bisa saya bantu, berita tahu saya!” jawab ChatGPT.

Aisyah melanjutkan kelemahan yang kedua adalah AI masih membutuhkan manusia untuk menginterpretasikan hasilnya.

“Walaupun AI bisa memberikan prediksi atau pengelompokan, tetapi AI masih membutuhkan kita atau ahli-ahli data science untuk menginterpretasikan hasil yang diberikan AI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aisyah menjelaskan perkembangan AI saat ini semakin canggih. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memudahkan kerja manusia di berbagai bidang.

Ia mencontohkan di bidang kesehatan, di mana AI bisa digunakan untuk menganalisa, memprediksi, dan mendiagnosa sebuah penyakit.

Dalam hal menganalisa, Aisyah mencontohkan cara kerja AI seperti neuron-neuron otak pada manusia.

“Jadi ada ilmu yang kita tangkap, kemudian neuron itu melakukan pelatihan, melakukan training data atau memproses data berkali-kali sehingga menghasilkan sebuah pengetahuan,” jelas Aisyah.

AI juga bisa memberikan prediksi sebuah penyakit. Menurut Aisyah, dengan AI, para dokter akan dengan mudah menentukan kemungkinan seseorang dalam kondisi tertentu atau tertular penyakit.

Manfaat AI dalam bidang kesehatan selanjutnya adalah mendiagnosa sebuah penyakit.

“Karena dia bisa men-scan, mengelompokkan, jadi dia bisa juga melakukan scan medical seperti x-ray untuk mendiagnosa kanker,” jelas Aisyah.

share :