Sari Pramono Berikan Kiat-Kiat Menjadi Entrepreneur di Era Digital dalam Digication Hari Ke-2

Berita

Kanyaka Anindita

Kemeriahan Digital Campus Orientation (Digication) Batch 3 Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) terus berlanjut di hari ke-2, Kamis (22/09/2022).

Acara diadakan siang hari dengan mengundang Ketua Bidang IX BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sekaligus Direktur Utama SmartGo Sari Pramono sebagai pembicara. Tema yang diusung adalah “Membangun Jiwa Enterpreneur dan Personal Branding di Era Digital”. 

Sari memaparkan materi tentang bagaimana kita bisa menjadi entrepreneur yang baik. 

“Enterpreneur harus memiliki kemampuan untuk berinovasi agar dapat terus menjalankan bisnisnya,” tutur Sari.

Sari menjelaskan jumlah enterpreneur di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain yang hanya sekitar 3,4 juta. Sementara untuk menjadi negara maju diperlukan sekitar 8 juta lagi. 

Menurut Sari, entrepreneurship bisa menjadi pilihan pekerjaan. Jika ingin menjadi wirausahawan, syarat-syarat yang dibutuhkan menurut adalah optimis, fokus, berpikiran terbuka, berani mengambil risiko, dan problem solving. 

“Punya usaha itu tidak semata-mata punya sifat-sifat tadi, tapi juga memiliki kemauan yang kuat, passion, mentoring, stategi jelas, know how business jelas,” ujar wanita lulusan RMIT ini. 

Pengusaha harus juga memiliki skill lain seperti manajemen keuangan, melobi orang, dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Netwoking juga disebut Sari menjadi modal dasar menjadi enterpreneur. 

“Kita tidak pernah ada orang-orang yang kita perlukan untuk memberikan nasihat kepada kita kedepannya supaya bisnis kita lebih besar lagi,” ungkapnya.

Terkait dengan era digital, perkembangan teknologi merupakan hal yang terus terjadi. Pengusaha harus menyesuaikan perkembangan teknologi tapi juga harus aware karena kompetitor akan semakin banyak. Tantangan lainnya adalah mencari sumber daya manusia yang bagus. 

Selain itu, tantangan yang jelas terjadi di era digital adalah arus informasi yang mengakibatkan persaingan yang semakin tinggi. Oleh karena itu kita harus segera mengganti usaha apabila sudah tidak relevan dengan zaman.

“Kalau kita kalah harga, kalah bagus, kalah pelayanan dan lain-lain, usaha kita akan tergerus,” tegasnya. 

Lebih lanjut, pengusaha juga harus berhati-hati dengan perkembangan teknologi karena tidak semua usaha dapat didigitalisasi. Sebagai contoh, surat-surat penting yang masih berbentuk cetak akan lebih berbahaya jika dijadikan digital.

“Bisnis tidak hanya mendapatkan uang tapi juga menjaga kepercayaan customer,” pesan Sari.

Di akhir, Sari menjelaskan ketika bisnis berjalan, personal branding juga menjadi hal yang penting jika ingin melakukan hal yang lain.

Acara Digication hari ke-2 dilanjutkan dengan acara adu debat dengan peserta mahasiswa UICI. Digication akan berlangsung hingga tanggal 24 September mendatang.

share :