Sejarah Penghargaan Nobel dan Tokoh Muslim yang Mendapatkannya

Artikel

Penghargaan Nobel

Muhtar

Penghargaan Nobel adalah serangkaian penghargaan internasional yang diberikan setiap tahun dalam berbagai kategori untuk menghargai pencapaian luar biasa di bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan perdamaian.

Penghargaan ini berasal dari wasiat Alfred Bernhard Nobel, seorang ilmuwan penemu dinamit asal Swedia.

Dikutip dari berbagai sumber, Alfred Bernhard Nobel lahir pada tanggal 21 Oktober 1833 di Stockholm, Swedia. Ayahnya, Immanuel Nobel, dikenal sebagai seorang ilmuwan yang menemukan mesin bubut veneer dan torpedo.

Dari ayahnya, Alfred belajar tentang bahan peledak dan mendapatkan pendidikan dari guru privat yang didatangkan ke rumah. Hal ini membuatnya menguasai beberapa bahasa, termasuk Inggris, Perancis, Jerman, dan Rusia.

Nobel memiliki minat besar dalam ilmu kimia. Pada usia 18 tahun, ia pergi ke Amerika Serikat untuk belajar kimia dan bekerja di bawah bimbingan John Ericsson, seorang ilmuwan terkenal yang mengembangkan kapal perang.

Pada tahun 1867, Nobel berhasil menciptakan dinamit dan mematenkan penemuannya tersebut. Dinamit banyak digunakan dalam industri pertambangan dan konstruksi, yang membuat Nobel terkenal dan kaya raya.

Nobel memiliki 355 hak paten atas berbagai penemuannya dan diangkat sebagai anggota Akademi Ilmuwan Kerajaan Swedia pada tahun 1884.

Penghargaan Nobel
Mohammad Abdus Salam, salah seorang Muslim peraih Nobel Fisika. Foto: nobelprize.org.

Wasiat Alfred Nobel

Kekhawatiran tentang bagaimana dia akan dikenang mendorong Nobel untuk menulis surat wasiat sebelum meninggal pada 10 Desember 1896. Pada tanggal 27 November 1895, Alfred Nobel menandatangani wasiat terakhirnya di Klub Swedia-Norwegia di Paris.

Dalam wasiat tersebut, dia menetapkan bahwa sebagian besar kekayaannya harus digunakan untuk memberikan hadiah kepada mereka yang telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia dalam lima kategori: Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra, dan Perdamaian.

Instruksi ini mengarah pada pembentukan Yayasan Nobel yang mengelola kekayaannya dan memastikan penghargaan ini diberikan setiap tahun.

Penghargaan Nobel pertama kali diberikan pada tahun 1901, dan sejak itu, telah menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia.

Setiap tahun, upacara pemberian Penghargaan Nobel diadakan pada tanggal 10 Desember, bertepatan dengan hari wafatnya Alfred Nobel.

Penerima Nobel menerima medali emas daur ulang senilai 18 karat yang bergambarkan Alfred Nobel serta tahun kelahiran dan kematiannya, diploma resmi yang dibuat oleh seniman ternama Swedia dan Norwegia, serta hadiah uang tunai senilai 10 juta krona Swedia atau setara Rp15,4 miliar.

Tokoh Muslim Penerima Penghargaan Nobel

Sejumlah tokoh dari kalangan Muslim telah menerima Penghargaan Nobel atas kontribusi luar biasa mereka. Berikut adalah daftarnya yang dilansir dari wikipedia:

  1. Anwar Sadat (Perdamaian, 1978)
  2. Mohammad Abdus Salam (Fisika, 1979)
  3. Naguib Mahfouz (Sastra, 1988)
  4. Yasser Arafat (Perdamaian, 1994)
  5. Ahmed Zewail (Kimia, 1999)
  6. Shirin Ebadi (Perdamaian, 2003)
  7. Mohamed El Baradei (Perdamaian, 2005)
  8. Muhammad Yunus (Perdamaian, 2006)
  9. Orhan Pamuk (Sastra, 2006)
  10. Tawakkol Karman (Perdamaian, 2011)
  11. Malala Yousafzai (Perdamaian, 2014)
  12. Aziz Sancar (Kimia, 2015)

Para penerima Nobel dari kalangan Muslim ini menunjukkan bahwa kontribusi penting terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, sastra, dan perdamaian datang dari berbagai latar belakang budaya dan agama, memperkaya warisan global dalam berbagai disiplin ilmu. (*)

share :