Tenaga Ahli KSP: Kehadiran UICI Buka Peluang Lebih Besar Masyarakat untuk Kuliah

Uncategorized

Muhtar

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Prof. Dr. Erizal Jamal mengatakan kehadiran Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) membuka peluang lebih besar masyarakat untuk kuliah.

Dalam kunjungan ke Gedung Rektorat UICI pada Selasa (26/03/2024), Erizal mengatakan pola belajar secara digital yang dikembangkan UICI memungkinkan semua orang untuk bisa menuntut ilmu.

“Saya sangat mengapresiasi. Di tengah upaya pemerintah mencerdaskan masyarakat, kita membutuhkan media-media yang memungkinkan semua orang belajar untuk bisa menuntut ilmu, salah satunya tentu UICI memfasilitasinya dengan pola belajar secara digital dan ini membuka kesempatan banyak kepada banyak pihak yang memang dia memang memiliki keterbatasan hadir secara fisik,” kata Erizal.

“Saya sangat mengapresiasi dan ini merupakan jawaban dari upaya-upaya pemerintah mencerdaskan masyarakat dengan berbagai universitas digital semacam UICI,” tambahnya.

Menurut Erizal, para mahasiswa yang kuliah di UICI mempunyai banyak sekali keuntungan. Di antaranya adalah para mahasiswa UICI mempunyai kesempatan lebih dibandingkan di kampus lain untuk belajar substansi dan materi.

“Kemudian juga untuk memperdalam aspek tertentu dengan tentu dia membutuhkan untuk lebih kreatif untuk belajar sendiri. Dan itu saya pikir melalui wadah UICI ini, teman-teman akan, ya tergantung teman-teman sendiri lah mau mendapatkan 10 atau mau mendapatkan 100, nah itu sangat tergantung dari teman-teman,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Erizal, ini merupakan wadah yang baik untuk mengakumulasi pengetahuan dan menjadi profesional di bidang tertentu.

Erizal optimis kehadiran UICI ini akan mendukung pemerintah dalam upaya memanfaatkan bonus demografi untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Sangat optimis ya ke depan, dengan berbagai fasilitasi yang disediakan oleh banyak pihak untuk pendidikan dan juga oleh pemerintah, kita bisa berharap banyak dengan bonus demografi yang akan kita punya nanti, itu akan benar-benar menjadi insan-insan yang produktif sehingga itu akan membuat negara kita menjadi lebih baik sesuai dengan harapan kita untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” tutupnya. (*)

share :