UICI Dapat Kunjungan Istimewa dari HMI Cabang Luar Negeri

Berita

Muhtar

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) mendapat kunjungan istimewa dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang luar negeri pada Rabu (07/02/2024).

Mereka adalah Ketua Umum HMI Cabang Istimewa Turki M.A Rizqie Mustofa, Ketua Umum HMI Cabang Istimewa Malaysia Djodie Khulafaurrasyidin, dan anggota HMI Cabang Istimewa Rusia Muhammad Ikhsan Kiat.

Kedatangan perwakilan HMI cabang luar negeri tersebut disambut hangat oleh Rektor UICI Prof. Laode Masihu Kamaluddin di ruang rektor.

Dalam keterangannya, Djodie mengungkapkan kunjungannya perwakilan HMI dari cabang luar negeri tersebut untuk melakukan silaturahmi.

“Sekaligus menyerap pemikiran-pemikiran dari UICI untuk kita terapkan di Cabang HMI internasional,” kata Djodie.

Djodie mengungkapkan keberadaan UICI ini telah menjadi perhatian khusus bagi kader-kader HMI di luar negeri. Menurutnya, secara konseptual, UICI ini luar biasa

“UICI dapat membantu memudahkan seluruh pemuda-pemuda untuk berkuliah tanpa harus mempertimbangkan jarak dan waktu. Jadi kapan pun mereka ingin kuliah, bisa langsung mengakses secara digital tanpa mengeluarkan biaya yang mahal,” tambahnya.

Ia berharap UICI ke depan semakin dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya masyarakat perkotaan tetapi juga masyarakat pedesaan.

Ketua Umum HMI Cabang Istimewa Turki M. A. Rizqie Mustofa menambahkan pertemuan dengan Prof. Laode menambah wawasan baru terutama dalam mengembangkan organisasi HMI ke depan.

“Dalam kesempatan kali ini, banyak menerima insight yang betul-betul mengubah cara pandang kami ke depan supaya kami dapat menyusun langkah dan kerja-kerja organisasi ke depan,” jelasnya.

Iksan Kuat mengatakan dirinya terinspirasi pertemuan dengan Prof. Laode. Pertemuan tersebut menambah idealisme  untuk membangun bangsa.

“Pesan saya yang saya dapat dari Prof. Laode itu membentuk negara secara digital itu perlu tahap demi tahap, mulai dari pembentukan karakter digital, pembentukan budaya digital, sampai mindset digital, barulah kita bisa berbicara tentang transformasi digital,” imbuh Iksan Kuat. (*)

share :