UICI Gelar Rapat Laporan Tahunan 2022, Berikut Beberapa Capaiannya

Berita

Muhtar

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menggelar rapat laporan tahunan 2022 di Gedung Rektorat UICI di Jalan H.R Rasuna Said, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (07/04/2023).

Laporan tahunan UICI ini disampaikan langsung dari Jeddah, Arab Saudi, oleh Rektor UICI Prof. Laode Masihu Kamaluddin yang hadir secara daring.

Prof. Laode melaporkan capaian UICI di tahun 2022. Pada penerimaan mahasiswa baru, pada  tahun 2022, ia menyampaikan jumlah pendaftar di UICI mencapai 4.803 dengan jumlah mahasiswa yang sampai melakukan registrasi mencapai 1.312.

Jumlah tersebut tersebar di 450 kota di 34 provinsi di Indonesia. Selain itu, UICI juga telah menjangkau mahasiswa di luar negeri, yaitu di Taiwan dan Jerman.

Kemudian prestasi yang ditorehkan oleh para mahasiswa juga cukup baik. Sepanjang tahun 2022 ini, para mahasiswa UICI telah meraih 12 prestasi, 3 di antaranya skala nasional.

Di bagian akademik, pada tahun 2022, UICI telah menyelesaikan pengembangan platform Artificial Intelligence Digital Simulator Teaching Learning System (AI DSTLS). Pada September 2022, semua mata kuliah di UICI telah menggunakan AI DSTLS.

Platform AI DSTLS ini merupakan platform inti UICI dalam menjalankan operasionalnya sebagai universitas digital. Dengan AI DSTLS, perkuliahan di UICI bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Selain itu, UICI pada tahun 2022 membuka program studi baru yaitu Digital Neuropsikologi. Meskipun masih baru, program studi ini langsung menjadi primadona dengan jumlah pendaftar paling banyak.

Capaian UICI selanjutnya adalah pada manajerial organisasi. Pada tahun 2022, UICI mendapatkan penghargaan dari LLDIKTI wilayah III sebagai perguruan tinggi dengan nilai pelaporan PPDIKTI 100 persen. Hasil laporan tersebut mengantarkan UICI mendapat nilai kinerja organisasi istimewa.

Hadir dalam rapat laporan tahunan UICI ini ada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) sekaligus Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional KAHMI Prof Mahfud MD, anggota Presidium Majelis Nasional KAHMI, dan anggota Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI.

Dihadiri Menko Polhukam

Rapat laporan tahunan UICI ini juga dihadiri oleh Menko Polhukam Prof. Mahfud MD. Dalam keterangannya, ia mengatakan UICI merupakan universitas yang didirikan untuk mencetak kader bangsa.

“Universitas Insan Cita Indonesia dibangun untuk mencetak kader bangsa dan membangun masa depan Indonesia dengan tenaga-tenaga yang profesional, adaptif terhadap kehidupan masyarakat yang serba digital,” kata Prof. Mahfud.

Menurut Ketua Dewan Pakar MN KAHMI ini, UICI merupakan perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Untuk itu, ia tidak ragu untuk mengajak kepada para generasi muda Indonesia untuk bergabung dengan UICI.

“Insyaallah anda akan sukses bersama UICI untuk membangun masa depan yang lebih maju,” jelas Prof. Mahfud.

Dukungan KAHMI

Setelah mendengar laporan tahunan UICI, Koordinator Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia mengatakan optimis dengan perkembangan UICI ke depan. Hal itu tidak lepas dari semangat yang ditunjukkan oleh para sivitas akademika UICI dan juga MPTK.

“Kemudian konsep ini memang konsep yang baru, artinya kita memang masih memerlukan banyak masukan dan elaborasi, banyak sinergi yang dibutuhkan untuk membesarkan UICI ke depan,” lanjut Doli.

Doli menyampaikan MN KAHMI terus merumuskan bentuk dukungan yang kongkrit kepada UICI, tidak hanya melibatkan majelis nasional saja, tetapi juga majelis wilayah dan majelis daerah.

Menurutnya, UICI membutuhkan dukungan dari keluarga besar HMI dan KAHMI agar terus berkembang, tidak hanya menjadi universitas digital pertama di Indonesia, tetapi juga menjadi universitas yang terkemuka dan termaju di Indonesia dan dunia.

“Mari kita jadikan UICI ini menjadi simbol kemajuan atau kontribusi  HMI-KAHMI kepada Indonesia dan dunia dalam membangun peradaban,” kata Doli.

Sementara itu Rifqinizamy Karsayuda menyambut baik laporan tahunan UICI. Ia mengaku senang dengan perkembangan yang terjadi pada universitas digital pertama di Indonesia itu.

Ia berharap UICI bisa menjadi universitas digital yang semakin terdepan dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita merindukan environment digital yang lebih mapan untuk menghasilkan insan-insan digital di berbagai profesi dan bidang keilmuan suatu hari melalui lulusan UICI,” kata Rifqi.

Anggota Presidium MN KAHMI yang lain, Sutomo, mengusulkan agar UICI tampil beda dengan universitas yang lain.

“UICI harus beda dengan universitas lain. UICI harus mulai memfokuskan pada isu kekinian, seperti perubahan iklim dan pemanasan global,” kata Sutomo.

Selain itu, Sutomo menyarankan agar UICI merubah pola pemberian beasiswa yang selama ini lebih banyak menyasar kepada anggota HMI dan KAHMI. Menurutnya, seharusnya beasiswa itu diberikan kepada komunitas di luar HMI dan KAHMI.

Sementara itu Prof. Siti Zuhro mengatakan apa yang telah dicapai UICI selama ini cukup menggembirakan. UICI menjadi universitas yang menjanjikan untuk menghadapi masa depan.

“Menurut saya UICI ini sangat permisif, sangat menjanjikan, dan tentunya ke depan perlu kita tancap gas lagi untuk menghasilkan kemajuan-kemajuan yang jauh lebih inovatif,” kata Prof. Siti.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar UICI tidak berpuas diri dengan apa yang telah dicapai selama ini. UICI harus melompat lebih tinggi untuk melahirkan terobosan-terobosan baru agar anak-anak muda semakin tertarik kuliah di UICI.

Lebih lanjut, Prof. Siti menyampaikan Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI menargetkan pada tahun 2023 ini UICI bisa menjaring 5.000 pendaftar.

“Tentunya kalau yang melakukan registrasi 2/3 dari jumlah 5000 tentu itu akan sangat menjanjikan. Jadi memang sengaja kita pressure seperti itu. Dengan effort yang berlipat ganda akan menunjukkan bahwa pengelola kampus digital ini sangat bersemangat dan tentunya juga akan memberikan semacam keyakinan baru bagi publik khususnya orang-orang muda, milenial, untuk antusias masuk di kampus ini,” lanjut Prof. Siti.

share :