UICI Kembali Berduka, Founding Member Fahmi Idris Wafat

Berita

Muhtar

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) kembali berduka. Salah satu founding member Fahmi Idris wafat pada Minggu (22/05/2022).

Kabar kepergian politisi senior itu disampaikan oleh sang anak, Fahira Idris, melalui akun Twitter resminya, @fahiraidris, pada Minggu (22/5/2022).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah ayah saya, bapak Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo @fahmiidris1. Wafat jam 10.00 WIB di ICU RS Medistra,” kata Fahira.

Wafatnya Fahmi Idris tentu meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi UICI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.

Fahmi Idris dikenal sebagai aktifis angkatan 66. Ia merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ketua Senat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1965-1966.

Bersama dengan beberapa aktifis angkatan 66, Fahmi bergabung dengan partai Golkar. Fahmi sempat mengisi sejumlah posisi penting di partai berlambang beringin itu.

Puncak karir Fahmi di dunia politik adalah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada dua periode, yaitu pada 1998-1999 dan 2004-2005. Dia juga sempat menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada 2005-2009.

Selain sebagai politisi, Fahmi Idris juga dikenal sebagai pengusaha besar. Ia terjun di dunia bisnis yang sudah dirintis sejak 1969, ketika mendirikan PT Kwarta Daya Pratama bersama orang-orang eksponen 66.

Fahmi tercatat juga pernah menduduki berbagai jabatan, seperti Manajer Utama PT Krama Yudha (1973-1976), Direktur PT Dharma Muda Pratama (1981), dan Presiden PT Kodel (1979).

Sementara untuk karir akademik, Fahmi menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1962-1969. Ia kembali kuliah  di Fakultas Ekonomi Universitas Islam As-Syafiiyah Jakarta pada 1999-2004.

Pada 2008, Fahmi mengambil program S2 Hukum Bisnis dan berhasil meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran pada 2010.

Selanjutnya, di tahun 2012, Fahmi meraih gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Fahmi juga menerima gelar Doktor Filsafat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia pada 2021. Pada April 2022, Fahmi mendapat gelar Profesor kehormatan dari Universitas Negeri Padang. (*)

share :