Wakil Rektor II UICI: Keadilan Gender Beri Kontribusi Signifikan untuk Pembangunan

Berita

Muhtar

Wakil Rektor bidang Non-Akademik Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Lely Pelitasari Soebekty mengatakan keadilan gender memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan.

Hal tersebut disampaian Lely saat menjadi narasumber dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Korps HMI-Wati (Kohati) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional pada Rabu (09/03/2023).

“Berdasarkan data dari ADB peningkatan genderberkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Lely dalam diskusi yang bertema “Keadilan Gender dan Pembangunan di Era Digital”.

“Bahkan sebuah data menyebutkan ketika perempuan tidak dilibatkan  di dalam pembangunan, satu negara akan berpotensi kehilangan sekian triliun karena tidak melibatkan atau kurang melibatkan perempuan,” tambahnya.

Terkait keadilan gender tersebut, Lely menegaskani pentingnya memberikan atau menempatkan sesuatu sesuai dengan haknya.

Sehingga, dalam hal ini, kata Lely, perempuan tidak harus selalu mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari laki-laki, tetapi tergantung pada haknya.

“Di situ kita  justru menyepakati adanya perbedaan. Kalau selama ini kan gerakan sosial mengatakan kita itu sama dengan laki-laki. Jadi sama sehingga harus diberi sama. Padahal ketika kita menyadari perbedaan maka kita bisa diberikan sesuatu yang lebih besar karena kita punya lebih sedikit dan sebaliknya kita lebih besar bisa jadi diberi lebih sedikit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lely menjelaskan dalam upaya peningkatan keadilan gender ada dua hal yang bisa dilakukan. Pertama melalui kebijakan yang mendukung keadilan gender dan kedua melalui dukungan sesama  perempuan.

Selain itu, di era digital sekarang, perempuan juga harus meningkatkan skill. Ia menyebut ada 10 skill yang paling dibutuhkan di era digital, yaitu analytical thinking, active learning and learning strategies, complec problem solving, critical thinking and analysis.

Kemudian creativity originality and initiative, leadership and social influence, technology use – monitoring and control, technology design and programming, resilience, stresss tolerance and flexibility, reasoning, problem solving dan ideation.

Sementara itu, Ketua Umum Kohati PB HMI Umiroh Fauziah menyoroti masih banyaknya kekerasan dan pelecehan berbasis online yang dialami oleh perempuan.

Ia mengatakan untuk mencegah hal itu, dibutuhkan penguasaan literasi digital bagi perempuan. Dengan literasi digital itu, perempuan akan tahu mana informasi yang sesuai dan tidak sesuai.

“Jadi pemahaman-pemahaman kekerasan dan pelecehan berbasis online bisa terminimalisir,” kata Umiroh.

Terkait dengan hal tersebut, Umiroh melanjutkan Kohati PB HMI saat ini telah membuka layanan aduan bagi korban-korban kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan.

share :