Webinar Menempa Talenta dan Digital Leadership di Papua Barat

Berita

Muhtar

Webinar “Menempa Talenta dan Digital Leadership di Papua Barat” pada Rabu (15/12/2021).

Universitas Insan Cita Indonesai (UICI) menggelar webinar dengan tema “Menempa Talenta dan Digital Leadership di Papua Barat” pada Rabu (15/12/2021). Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UICI 2021.

Hadir sebagai narasumber dalam webinar ini Wakil Gubernur Papua Barat Moh. Laktonani,SH, M.Si, Wakil Ketua DPRD Papua Barat Saleh Siknun, SE, Dosen dan Praktisi Pendidikan Prof. Ismail Suardi Wekke, dan Rektor UICI Prof. Laode Masihu Kamaludin.

Ketua Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Papua Barat Hasan Makassar, S.Pd, dalam sambutan menyampaikan generasi saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan teknologi yang sangat cepat, sehingga dibutuhkan daya adaptasi yang juga cepat.

Dalam hal ini, KAHMI mengambil langkah tepat dengan mendirikan UICI sebagai wadah untuk melahirkan generasi yang adaptif dengan perubahan zaman.

“Untuk itu menurut hemat kami, momentum ini sangat penting bagi kami, KAHMI Papua Barat, untuk turut mensosialisasikan Universitas Insan Cita Indonesia di Papua Barat, sehingga insya Allah menjadi kampus kebanggaan warga Papua Barat,” kata Hasan

Narasumber kedua, Wakil Gubernur Papua Barat Moh. Laktonani,SH, M.Si, menyampaikan salah satu yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua dan Papua Barat berada pada peringkat paling bawah adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbelakang.

Oleh karena itu, Pemprov Papua Barat terus menggenjot partisipasi sekolah untuk meningkatkan kualitas SDM. Pemprov Papua Barat juga mendukung segala langkah untuk meningkatan kualitas SDM.

Ia menyampaikan pada tahun ini ada momentum perbaikan indikator pembangunan, lebih spesifik adalah perbaikan mutu sdm di Papua dan Papua Barat. Momentum itu ada pada ditetapkannya Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun 2021 tentang Revisi Kedua UU Otonomi Khusus (Otsus).

Dijelaskannya, dalam revisi kedua UU Otsus ini, ada keberpihakan yang luar biasa dalam peningkatan kualitas SDM, yaitu adanya porsi 30 persen dana Otsus untuk pendidikan.

“Nah kita harapkan ini jadi momentum untuk kemudian pemerintah daerah bisa memanfaatkan secara leluasa dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Papua. Dengan begitu kita harapkan juga akan berkontribusi secara signifikan terhadap upaya-upaya perbaikan berbagai indikator pembangunan, terutama indeks pembangunan manusia kita, karena dari tahun ke tahun itu IPM kita di Papua secara keseluruhan dan juga Papua Bara berada di posisi terbawah,” kata Laktonani.

Selanjutnya, Laktonani menyampaikan terima kasih kepada UICI atas kegiatan roadshow PMB ini. Ia berharap akan banyak anak-anak muda di Papua dan Papua Barat bisa mengakses pendidikan tinggi di UICI sehingga dapat berkontribusi meningkatkan kualitas SDM di Papua dan Papua Barat.

Sementara Saleh Siknun menyampaikan banyak anak-anak di Papua Barat tidak melanjutkan pendidikan karena minimnya sekolah di sekitar tempat tinggal mereka.

“Kita punya wilayah besar, jumlah penduduk sedikit, jumlah kampong cukup banyak. Sementara tenaga pengajar juga terbatas. Yang menjadi menjadi persoalan hari ini kita mungkin punya guru cukup, tetapi yang punya keikhlasan untuk mengabdi di kampung ini kan tidak semua keikhlasan untuk itu,” kata Saleh.

Sementara itu, Praktisi Pendidikan Prof. Ismail Suardi Wekke mengatakan untuk mengatasi masalah inrastruktur itu, KAHMI di Papua Barat membuka sekretariatnya untuk kegiatan belajar dengan memberikan fasilitas internet.

Ismail menyampaikan pentingnya kolaborasi UICI dengan lembaga pendidikan tinggi di Papua Barat dalam hal peningkatan kualitas tenaga didik.

Merespon pemaparan para narasumber sebelumnya, Rektor UICI Prof. Laode Masihu Kamaluddin menyampaikan keberadaan UICI sebagai perguruan tinggi digital akan membantu mengatasi permasalahan pendidikan di Papua Barat.

UICI, lanjut Prof. Laode, memberikan kemudahan kepada para mahasiswanya mengikuti pembelajaran dari jarak jauh.

“UICI sudah siap dengan metodenya yang kita sebut artificial intelligence, digital simulator, teaching learning system, kita Alhamdulillah sudah siap. Kemudian, dan ini bisa menjangkau ke seluruh dunia. Bisa dijangkau di seluruh dunia itu bisa juga di Papua itu, tidak masalah,” kata Prof. Laode.

Selain itu, UICI juga membuka kesempatan kepada para tenaga didik di wilayah Papua Barat untuk meningkatkan kualitas SDM, utamanya terkait dengan digital, melalui Short Course selama satu tahun.

Sedangkan terkait infrastruktur, UICI memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Dalam hal ini, LPPM akan bertindak sebagai ahli atau expert yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Prof. Laode menekankan hal utama yang harus diselesaikan terkait infrastruktur adalah sarana komunikasi untuk pendidikan. Ia mengatakan untuk menjangkau wilayah pedesaan di Papua Barat, bisa dikembangkan Terrestrial Digital Multimedia Broadcasting (TDMB), baik melalui radio maupun televisi digital. (*)

 

share :